Runtut.com

Penyair Angkatan '45 dan Perintis Sastra Modern Indonesia

Mengenal sosok Rivai Apin, pelopor Angkatan '45 dan pemrakarsa Gelanggang bersama Chairil Anwar. Simak profil dan jejak karyanya di sini!

Tokoh sastrawan Rivai Apin
Tokoh sastrawan Rivai Apin — foto: Waca Berita

Runtut.com – Rivai Apin adalah seorang sastrawan asal Indonesia. Beliau merupakan penyair angkatan tahun 1945. Sastrawan ini lahir pada tanggal 30 Agustus 1927 di Padang Panjang, Sumatra Barat dan beliau wafat di Jakarta pada April tahun 1995. 

Rivai Apin juga menjadi salah satu personil dalam tiga serangkai penyair Indonesia. Bersama dengan dua sastrawan lain yakni Chairil Anwar dan Asrul Sani, beliau ikut serta memberikan napas baru dunia kesastraan Indonesia melalui buku kumpulan puisi Tiga Menguak Takdir. 

Dalam buku berjudul Sastrawan Angkatan 45 karya Agus Maryoto, alasan Rivai Apin tidak setenar Chairil Anwar dan Asrul Sani adalah karena kontribusinya yang dianggap tidak meyakinkan.

Isi yang disampaikan sangat nihil dikarenakan Rivai Apin belum memiliki kepribadian dan arah hidup yang jelas, bahkan dianggap kurang memberikan emosi yang kuat.

Karyanya dianggap tidak cukup puitis serta beberapa unsur yang sama sekali tidak mencerminkan karya puisi pada umumnya.

Meski begitu, ia tetap menerima hal tersebut apa adanya dan hanya mengungkapkan apa yang dirasakan olehnya dalam karya secara sungguh-sungguh.

Puisi karya Rivai Apin juga sempat dimasukkan dalam kumpulan puisi lainnya yang berjudul Gema Tanah Air (1948) dan Dari Dua Dunia yang Belum Sudah (1972).

Rivai Apin sendiri memutuskan untuk tetap menjadi seorang lajang sampai pada akhirnya ia meninggal dunia di Jakarta pada bulan April 1995.

Nama penyair Rivai Apin bisa dibilang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat saat ini, karena ia cukup tertutupi dengan kehadiran Chairil Anwar dan Asrul Sani.

Walaupun begitu, kontribusinya sebagai penyair tetap layak untuk dihormati karena turut membantu perkembangan sastra Indonesia dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumbar. 

Karya-karya Rivai Apin 

Karya Rivai Apin
Karya Rivai Apin — Foto: Tribunnewswiki.com
  1. Gema Tanah Air (antologi prosa dan puisi, 1948) disunting oleh H.B. Jassin.

  2. Tiga Menguak Takdir (antologi puisi bersama Chairil Anwar dan Asrul Sani, 1950).

  3. Dari Dua Dunia yang Belum Sudah (kumpulan puisi, 1972) puisi-puisi karya Rivai Apin yang dikumpulkan oleh Harry Aveling.

  4. Tonggak: antologi puisi Indonesia modern (antologi puisi, 1987) disunting oleh Linus Suryadi.

  5. Gugur Merah: sehimpunan puisi Lekra - Harian Rakyat 1950-1965 (antologi puisi, 2008); puisi karya Rivai Apin yang dihimpun di dalam buku ini berjudul "Sebagian telah Didapat".

Rivai Apin adalah sosok yang tidak hanya mencurahkan semangat perjuangan dalam karyanya, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai budaya Indonesia.

Ia sangat peduli terhadap identitas budaya bangsa dan berusaha untuk memperkuatnya melalui sastra. Karyanya mencerminkan penghargaan yang mendalam terhadap tradisi budaya dan sejarah Indonesia. 

Rivai Apin adalah seorang sastrawan yang menjalani hidupnya dengan semangat perjuangan untuk kemerdekaan dan kemajuan bangsa, serta dedikasi yang tinggi untuk melestarikan kebudayaan Indonesia.

Karyanya masih terus menginspirasi generasi muda dalam memahami sejarah dan nilai-nilai budaya Indonesia. 

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua