Runtut.com

Kelompok KKN FSTeM UB Desa Pucangsongo Ciptakan "SERATIK", Repelan Nabati Ramah Lingkungan untuk Kendalikan Hama Tikus

Mahasiswa KKN FSTeM UB menciptakan SERATIK, repelan nabati berbahan alami untuk mengendalikan hama tikus secara ramah lingkungan dan mendukung pertanian berkela

2 menit baca
5
Kelompok KKN FSTeM UB Desa Pucangsongo Ciptakan "SERATIK", Repelan Nabati Ramah Lingkungan untuk Kendalikan Hama Tikus
Foto bersama setelah pelaksanaan kegiatan — Dok. Pribadi

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains Teknologi dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) di Desa Pucangsongo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, sukses menghadirkan inovasi teknologi tepat guna di sektor pertanian. Mereka memperkenalkan SERATIK (Serai Wangi Anti Tikus), sebuah repelan nabati ramah lingkungan yang diformulasikan khusus untuk mengganggu indra penciuman tikus agar enggan mendekati lahan budidaya. Meskipun uji coba lapangan difokuskan pada tanaman padi, inovasi ini juga efektif untuk melindungi berbagai jenis tanaman lainnya dari gangguan hama serupa.

Inovasi ini lahir dari keprihatinan mendalam para mahasiswa atas keresahan petani setempat yang kerap merugi akibat serangan hama tikus penurun produktivitas. Memanfaatkan potensi bahan alami yang melimpah di sekitar desa seperti kombinasi serai wangi, bawang putih, daun sirsak, dan lada hitam, tim KKN berupaya mengganggu indra penciuman hewan perusak tersebut secara alami.

Nur Muhammad Iqbal Abdullah selaku ketua tim pelaksana menyampaikan bahwa SERATIK hadir sebagai solusi alternatif yang aman dan ekonomis bagi masyarakat.

"Produk ini berbentuk cair dengan warna cokelat kehijauan dan aroma tajam khas serai wangi serta bawang putih. Keunggulannya, repelan ini sangat mudah diaplikasikan menggunakan alat semprot (sprayer) dan terbukti tidak menyebabkan fitotoksisitas atau keracunan pada tanaman padi," ujar Iqbal.

Dari segi manfaat, SERATIK tidak hanya efektif menekan serangan hama secara ramah lingkungan, tetapi juga mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap rodentisida kimia yang berbahaya bagi tanah. Seluruh bahan bakunya dapat diracik secara mandiri oleh petani menggunakan peralatan rumah tangga yang praktis, seperti blender, pisau, ember, gelas takar, saringan kain, corong, hingga botol kemasan.

Pemaparan dan penjelasan Serai Wangi Anti Tikus (SERATIK)
Pemaparan dan penjelasan Serai Wangi Anti Tikus (SERATIK) — Dok. Pribadi

Proses pembuatannya tergolong sederhana: sebanyak 67 batang serai wangi, 167 siung bawang putih, 167 lembar daun sirsak, dan 13 sachet lada hitam dicuci bersih, diblender bersama air secukupnya, dicampur dalam wadah tertutup, lalu ditambah air hingga volume mencapai 10 liter. Setelah melalui proses fermentasi selama 24 jam dan disaring, cairan siap dikemas atau diaplikasikan.

Berdasarkan uji coba lapangan, penggunaan SERATIK terbukti signifikan menurunkan tingkat kerusakan tanaman hingga 8,3% dengan tingkat efektivitas terhadap hama mencapai 60,5% pada perlakuan optimal (P4). Dari aspek ekonomi, inovasi ini memberikan efisiensi yang sangat tinggi. Untuk kapasitas produksi 10 liter, total biaya yang dikeluarkan hanya berkisar Rp135.000 (sekitar Rp13.500 per liter). Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan produk komersial di pasaran yang mencapai Rp300.000 hingga Rp450.000, sehingga petani dapat menikmati penghematan hingga Rp315.000 per 10 liternya.

Melalui pendekatan ini, SERATIK tidak hanya menawarkan solusi penanggulangan hama yang mendukung prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), tetapi juga mendorong kemandirian petani dalam mengelola kesehatan lahan. Program tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi kampus dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek Tanpa Kelaparan (SDG 2), Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8), Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12), Ekosistem Daratan (SDG 15), serta Kemitraan dalam Pembangunan Berkelanjutan (SDG 17).


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 21 September 2026
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 21 September 2026