MALANG - Mahasiswa KKN 39 FSTEM UB Gelar Pelatihan Fermentasi Kopi dengan Buah Lokal di Desa Gunungronggo

MALANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTEM) Universitas Brawijaya Desa Gunungronggo menyelenggarakan program pelatihan dan demonstrasi pembuatan kopi fermentasi berbasis buah lokal pada Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh kelompok tani kopi, pelaku UMKM kopi, serta masyarakat Desa Gunungronggo sebagai bentuk edukasi mengenai pengolahan pascapanen kopi yang lebih inovatif untuk meningkatkan nilai tambah produk kopi desa.

Desa Gunungronggo merupakan salah satu daerah penghasil kopi di Kabupaten Malang, namun sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk kopi dengan pengolahan konvensional sehingga nilai tambah yang diperoleh petani masih terbatas. Perkembangan industri kopi saat ini menunjukkan meningkatnya minat konsumen terhadap kopi specialty dengan karakteristik rasa dan aroma yang unik, sehingga diperlukan edukasi mengenai teknik pengolahan pascapanen yang sederhana, murah, dan dapat diterapkan oleh petani untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produk kopi desa. Fermentasi biji kopi merupakan salah satu metode pengolahan pascapanen yang dapat meningkatkan kualitas cita rasa kopi, di mana selama fermentasi pektin yang terdapat dalam lendir biji kopi didegradasi oleh enzim pektinolitik menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga berpengaruh pada flavor kopi yang terbentuk dan menghasilkan keasaman khusus yang memberikan efek menyenangkan pada secangkir kopi.

Kegiatan pada hari Jumat, 3 Juli 2026, diawali dengan kerja bakti membersihkan area makam Desa Gunungronggo sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa. Setelah kegiatan tersebut selesai, tim melanjutkan persiapan program kerja Divisi Ekonomi Kreatif berupa fermentasi kopi dengan buah, meliputi penataan bahan, alat, serta memastikan seluruh kebutuhan sosialisasi telah siap. Pada sore harinya, dilaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai teknik fermentasi kopi dengan buah kepada para petani kopi Desa Gunungronggo, di mana peserta diberikan penjelasan mengenai proses fermentasi, manfaatnya terhadap peningkatan kualitas dan cita rasa kopi, serta peluang peningkatan nilai jual produk kopi. Pemateri menyampaikan materi secara interaktif agar peserta dapat memahami pentingnya pengolahan pascapanen kopi untuk meningkatkan daya saing produk.

Memasuki sesi demonstrasi, peserta diajak mengikuti praktik pembuatan kopi fermentasi menggunakan buah nanas secara langsung, di mana tim KKN memperagakan setiap tahapan pembuatan kopi fermentasi secara bertahap mulai dari pemilihan bahan, perbandingan komposisi, hingga proses fermentasi yang benar. Penggunaan buah nanas dipilih karena kandungan enzim bromelain yang dapat membantu proses fermentasi serta memberikan karakter rasa khas pada biji kopi. Peserta terlihat antusias mengikuti demonstrasi dan aktif memperhatikan setiap langkah yang dijelaskan, serta berbagai pertanyaan mengenai proses fermentasi, manfaat, dan cara penerapannya disampaikan kepada pemateri. Sebagai bentuk dukungan agar peserta dapat menerapkan materi yang telah diperoleh, tim juga memfasilitasi terbentuknya sampel kopi hasil fermentasi yang dapat dijadikan contoh produk inovasi desa sekaligus referensi dalam praktik pembuatan kopi fermentasi secara mandiri di rumah.

Pada malam harinya, tim melaksanakan pertemuan dengan Ketua BUMDes untuk memaparkan program kerja fermentasi kopi, sekaligus menyerahkan hasil fermentasi dan alat Teknologi Tepat Guna yang telah dibuat sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program di desa. Hal ini sejalan dengan upaya penggunaan alat fermentor berskala UMKM yang dapat membantu petani kopi dalam melakukan proses fermentasi dengan kapasitas yang lebih besar dan hasil yang lebih konsisten.

Program ini menyasar kelompok tani kopi, pelaku UMKM kopi, masyarakat yang memiliki usaha atau lahan kopi, serta pemuda desa yang tertarik pada pengembangan produk kopi dengan target memberikan edukasi mengenai teknik fermentasi kopi berbasis buah lokal, mengenalkan metode pengolahan kopi yang dapat meningkatkan kualitas aroma dan cita rasa, meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya pengolahan pascapanen kopi, mendorong terciptanya inovasi produk kopi yang memiliki nilai tambah ekonomi, serta menghasilkan produk kopi fermentasi sebagai contoh penerapan teknologi sederhana di tingkat petani. Fermentasi kopi dengan penambahan mikroorganisme lokal terbukti dapat meningkatkan cita rasa dan aroma kopi yang dihasilkan serta menurunkan kadar kafein dalam kopi, di mana penelitian menunjukkan bahwa kopi hasil fermentasi dengan penambahan mikroorganisme lokal dapat memenuhi Standar Nasional Indonesia dengan pH di atas 4 dan menghasilkan cita rasa yang disukai panelis.

Melalui program ini, mahasiswa FSTEM KKN 39 Universitas Brawijaya berharap masyarakat Desa Gunungronggo dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam pengolahan kopi sehari-hari, sehingga penerapan teknik fermentasi kopi berbasis buah lokal diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk kopi desa, meningkatkan nilai jual, serta membangun kebiasaan inovatif dalam pengolahan hasil perkebunan. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat sekaligus mewujudkan Desa Gunungronggo yang lebih mandiri dan berdaya saing.

#FSTEMUB #KKN #UB #FSTeMSDGs8 #FSTeMSDGs9 #FSTeMSDGs12 #SGCFSTeM