Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya Kelompok 66 mengadakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kreatif melalui Pelatihan Diversifikasi dan Pemasaran Digital Produk Pertanian Lokal” pada hari Jumat, 18 Juli 2025 di Balai Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapang, Bapak Muhammad Fakhri, S.Pi., M.P., Ph.D., dan juga ibu-ibu PKK sebagai peserta pemberdayaan ini. Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK dalam mengolah hasil pertanian lokal, khususnya jahe, agar memiliki nilai tambah melalui inovasi produk seperti gummy jelly yang sehat dan ramah bagi anak-anak maupun keluarga. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada strategi pemasaran digital melalui media sosial agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan lebih luas dan memiliki daya saing di pasar modern.
Sambutan pembuka disampaikan oleh Ketua PKK Desa Gondoruso, Ibu Inggih, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif kegiatan ini. Beliau menyatakan rasa senangnya karena pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara mengolah jahe menjadi produk bernilai jual mendapatkan pemahaman baru tentang pemasaran digital. “Saya sangat senang dengan adanya pelatihan ini karena ibu-ibu jadi tahu bagaimana cara memasarkan produk secara digital dan juga belajar langsung membuat olahan dari jahe. Semoga ini bisa jadi langkah awal untuk memajukan ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Sebelum pelatihan dimulai, peserta terlebih dahulu diminta untuk mengisi pre-test singkat yang disiapkan oleh penanggung jawab kegiatan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal ibu-ibu PKK tentang pengolahan jahe dan potensi nilai jualnya. Setelah itu, Linda Rahmawati selaku pemateri menyampaikan materi pendahuluan mengenai pengertian, manfaat jahe untuk kesehatan, serta potensi jahe sebagai bahan baku produk olahan bernilai ekonomi dan pemasaran olahan jahe tersebut. Selain praktik, peserta juga diberikan edukasi potensi pemasaran melalui media sosial dan e-commerce lokal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Gondoruso, khususnya ibu-ibu PKK, dapat melihat peluang ekonomi baru dari pengolahan hasil tani seperti jahe menjadi produk kekinian yang sehat, bernilai ekonomi, dan layak jual di pasar modern. Produk olahan ini tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga, tetapi juga dapat dipasarkan secara lebih luas melalui platform e-commerce, sehingga menjangkau konsumen di luar wilayah desa dan menambah nilai ekonomi secara signifikan.







