GRESIK – Dalam rangka mendukung pembangunan desa berbasis data, Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik, Pemerintah Desa Manyarsidorukun, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Program yang dilaksanakan di Desa Manyarsidorukun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan data desa melalui penyusunan basis data sosial ekonomi masyarakat. Melalui pendataan yang dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga, mahasiswa KKN berkontribusi menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan profil desa, perencanaan pembangunan, serta pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa melakukan koordinasi dengan pemerintah desa mengenai mekanisme pendataan, pembagian wilayah, serta jadwal pelaksanaan agar proses pengumpulan data berjalan secara sistematis dan mendapat dukungan dari masyarakat. Pendataan dilakukan secara door-to-door dengan mendatangi rumah warga dan melakukan wawancara langsung menggunakan instrumen yang telah disiapkan. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa memperoleh informasi yang lebih akurat sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Selain melakukan pendataan, mahasiswa juga rutin mengadakan diskusi kelompok untuk membahas berbagai kendala yang ditemui di lapangan, seperti penyesuaian waktu dengan aktivitas warga maupun kelengkapan data yang diperoleh. Diskusi tersebut menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman antaranggota sekaligus mencari solusi agar proses pendataan tetap berjalan dengan baik. "Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai proses pengumpulan data statistik, tetapi juga memahami pentingnya data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan desa," ujar salah satu perwakilan Tim KKN UMG Kelompok 2.

Data yang dihimpun mencakup berbagai aspek sosial ekonomi masyarakat, mulai dari identitas kependudukan, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, pekerjaan, kondisi tempat tinggal, status kepemilikan rumah, akses terhadap air bersih, sumber listrik, sumber penghasilan, pengeluaran rumah tangga, hingga kepemilikan usaha. Selain itu, mahasiswa juga mengumpulkan informasi mengenai penerimaan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) serta persepsi masyarakat terhadap keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, termasuk dampaknya terhadap kesempatan kerja dan perkembangan ekonomi masyarakat.

Hasil pendataan menunjukkan bahwa sebanyak 976 kepala keluarga (KK) berhasil didata yang terdiri atas 3.127 anggota keluarga. Selain itu, mahasiswa juga mengidentifikasi 187 unit usaha milik masyarakat. Komposisi penduduk laki-laki dan perempuan di Desa Manyarsidorukun relatif seimbang dengan persentase 50,1% penduduk laki-laki dan 49,9% penduduk perempuan. Dari sisi pendidikan, mayoritas masyarakat telah menempuh pendidikan hingga jenjang SMA/sederajat sebanyak 1.324 orang.

Pendataan juga menunjukkan bahwa masyarakat Desa Manyarsidorukun memiliki latar belakang pekerjaan yang beragam, meliputi sektor industri, perdagangan, jasa, pertanian, perikanan, serta berbagai pekerjaan lainnya. Selain itu, teridentifikasi 187 unit usaha keluarga. Data tersebut memberikan gambaran mengenai karakteristik sosial ekonomi masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan profil desa dan perencanaan pembangunan berbasis data.

Selain itu, pendataan mencatat 179 keluarga pernah menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR). Mahasiswa juga memperoleh gambaran bahwa Desa Manyarsidorukun telah menerima berbagai bentuk dukungan CSR yang diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum. Keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa program CSR tidak hanya menyasar masyarakat secara langsung, tetapi juga mendukung penyediaan sarana yang dapat dimanfaatkan bersama oleh warga. Pada aspek persepsi masyarakat, sebanyak 785 responden mendukung keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memandang keberadaan KEK Gresik memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi dan peluang kerja di wilayah sekitar.

Seluruh data yang berhasil dikumpulkan kemudian direkap dan diolah menjadi basis data sosial ekonomi Desa Manyarsidorukun. Keberadaan basis data ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi masyarakat sehingga mampu membantu pemerintah desa dalam menentukan prioritas pembangunan, menyusun program pemberdayaan, serta merancang kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan warga. Dengan data yang lebih akurat dan mutakhir, pembangunan desa diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terarah, dan berbasis bukti.

Melalui Program Desa Cantik, mahasiswa KKN UMG tidak hanya memperoleh pengalaman dalam melakukan pendataan statistik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara BPS, Pemerintah Kabupaten Gresik, Pemerintah Desa Manyarsidorukun, dan Universitas Muhammadiyah Gresik menjadi wujud sinergi dalam mendukung pembangunan desa berbasis data. Ke depan, diharapkan basis data sosial ekonomi yang telah disusun dapat terus diperbarui secara berkala dan dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan terus terjalin sehingga Program Desa Cantik dapat menjadi contoh praktik baik dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis data yang berkualitas.