Demak — Karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi ajang kebersamaan warga sekaligus pelestarian budaya lokal di Desa Candisari. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 45 UPGRIS Berdampak turut berpartisipasi dalam kegiatan yang dimeriahkan pertunjukan seni Barongan dan Jaranan Dusun Karangboyo pada 18 Agustus 2026.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi wujud kedekatan dengan masyarakat sekaligus kesempatan untuk mengenal budaya yang berkembang di lingkungan Desa Candisari.

Kegiatan karnaval diikuti antusias oleh masyarakat Desa Candisari dari berbagai kalangan. Beragam penampilan turut memeriahkan jalannya karnaval, mulai dari peserta dengan kostum kreatif hingga pertunjukan kesenian tradisional yang menjadi daya tarik tersendiri.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah kesenian Barongan. Penampilan para pelaku seni dengan kostum khas dan atraksi yang ditampilkan turut menambah semarak suasana perayaan kemerdekaan. Kesenian tradisional tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda.

Salah satu perwakilan KKN 45 UPGRIS Berdampak menyampaikan bahwa kegiatan karnaval menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Candisari.

“Melalui kegiatan karnaval ini, kami dapat melihat secara langsung antusiasme masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, kami juga merasa senang dapat mengenal lebih dekat budaya dan kesenian yang ada di Desa Candisari,” ujar mahasiswa.

— Tim Dokumentasi KKN Candisari

Karnaval Kemerdekaan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul, berpartisipasi, dan menampilkan kreativitas. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan juga menunjukkan semangat gotong royong masyarakat dalam memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perpaduan antara semangat kemerdekaan dan penampilan budaya lokal menjadikan karnaval Desa Candisari berlangsung meriah dan penuh warna. Kehadiran kesenian tradisional seperti Barongan turut memberikan nilai budaya dalam perayaan tersebut.

Salah seorang warga Desa Candisari mengungkapkan bahwa karnaval tahunan tersebut selalu menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan masyarakat.

“Kalau sudah bulan Agustus, warga biasanya memang sudah menantikan karnaval. Yang membuat senang itu bukan hanya acaranya, tetapi proses persiapannya juga. Warga bisa bekerja sama, menyiapkan penampilan, dan ikut meramaikan desa. Jadi, suasananya terasa lebih kompak,” ujar salah seorang warga.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan masyarakat, mahasiswa KKN 45 UPGRIS Berdampak berharap dapat terus menjalin hubungan baik dengan warga Desa Candisari. Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan mengenal lebih dekat kehidupan sosial serta kekayaan budaya masyarakat setempat.

Karnaval Desa Candisari menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan yang tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan serta menjaga keberadaan budaya lokal agar tetap dikenal dan lestari.