Bandung — Persoalan sampah menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan Tim KKN-T IPB selama melakukan observasi di Desa Bojong, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Tim KKN-T menemukan adanya penumpukan sampah di beberapa titik yang mendorong mahasiswa mencari alternatif pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.

Berdasarkan hasil observasi, Desa Bojong telah memiliki TPS 3R (Tempat Pengolahan Reduce, Reuse, Recycle) yang berada di Dusun 2 serta dua unit insinerator. Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut belum berjalan secara optimal. Salah satu insinerator diketahui mengalami kerusakan sehingga penggunaannya menjadi terbatas.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Tim KKN-T IPB dalam merancang program kerja pengelolaan sampah di Desa Bojong. Pada awalnya, Tim KKN-T IPB mengusulkan optimalisasi fasilitas yang telah tersedia. Namun, setelah melakukan beberapa diskusi bersama perangkat desa, Kepala Desa Bojong memberikan arahan untuk membangun satu unit insinerator baru agar pengelolaan sampah dapat menjangkau wilayah masyarakat.

Rencana pengelolaan sampah kemudian dibahas lebih lanjut bersama Kepala Dusun 3 dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan serta kebutuhan masyarakat. Berdasarkan pembahasan tersebut, pembangunan diarahkan ke RT 01/RW 07 sebagai wilayah percontohan pengelolaan sampah secara mandiri. Selain membangun satu unit insinerator, Tim KKN-T IPB juga membuat tiga lubang biopori di lokasi yang sama.

Tim KKN-T IPB tidak hanya berfokus pada penggunaan insinerator, tetapi juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah. Pembangunan insinerator dan biopori di wilayah percontohan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat sekitar.

Program tersebut juga diharapkan dapat mendorong warga untuk tidak hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi mulai memahami proses pemilahan dan pengelolaannya.

Sebelum insinerator dan biopori digunakan, Tim KKN-T IPB melakukan sosialisasi bersama Ketua RT 01 di wilayah RW 07, Ketua RW 07, Kepala Dusun 3, warga sekitar, serta Karang Taruna pada Jumat (24/7/2026). Sosialisasi tersebut membahas permasalahan sampah di Desa Bojong sekaligus memperkenalkan cara pemilahan dan pengelolaan sampah secara mandiri.

Dalam sosialisasi tersebut, Tim KKN-T IPB mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan kerja bakti dan simulasi penggunaan alat yang dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak mempraktikkan pemilahan sampah serta melihat secara langsung proses pembakaran sampah pada insinerator dan penggunaan biopori.

Dokumentasi bersama
Dokumentasi bersama — KKN-T Inovasi IPB University

Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mengetahui secara langsung bagaimana sistem pengelolaan sampah dapat diterapkan di lokasi.

Sebagai tahap akhir, Tim KKN-T IPB melakukan pengecatan insinerator sebagai upaya memperkenalkan fasilitas tersebut sebagai sarana bersama yang dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh warga sekitar.

Melalui program tersebut, Tim KKN-T IPB berharap RT 01/RW 07 dapat menjadi contoh bagi lingkungan lainnya di Desa Bojong dalam menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri. Keberlanjutan program diharapkan tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas, tetapi juga keterlibatan masyarakat dalam memilah, mengelola, menggunakan, serta merawat fasilitas yang ada.

Tim KKN-T IPB juga berharap program ini dapat menjadi langkah awal menuju kebiasaan pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan di Desa Bojong.