Bandung — Mahasiswa KKN-T (Kuliah Kerja Nyata Tematik) Inovasi IPB University melaksanakan program BODAYA (Bojong Berdaya: Berinovasi, Berdigitalisasi, dan Berkarya) yang berfokus pada pemberdayaan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Desa Bojong, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.
Program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital guna memperluas jangkauan pasar, meningkatkan visibilitas usaha, serta mempermudah transaksi melalui Google Maps dan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Di tengah perkembangan teknologi digital dalam kegiatan ekonomi, sebagian pelaku UMKM di Desa Bojong masih menghadapi keterbatasan dalam memanfaatkan platform digital untuk mendukung usahanya. Beberapa pelaku usaha masih terbiasa melakukan transaksi secara tunai dan belum banyak UMKM yang mencantumkan lokasi usahanya di Google Maps.
Melihat kondisi tersebut, Tim KKN-T Inovasi IPB melaksanakan sosialisasi pemanfaatan platform digital, pendampingan penambahan titik usaha pada Google Maps, serta edukasi penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM di Desa Bojong. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan digital pelaku UMKM, memperluas jangkauan pemasaran melalui pencantuman lokasi usaha di Google Maps, serta mempermudah transaksi non-tunai melalui QRIS.
Kegiatan berlangsung selama satu minggu sejak Sabtu (18/7/2026) dengan metode door to door. Metode tersebut dilakukan agar proses edukasi dan pendampingan dapat diberikan secara langsung kepada setiap pelaku UMKM.
Selama pendampingan, pelaku UMKM mendapatkan materi mengenai pemasaran melalui media sosial, penambahan titik usaha pada Google Maps, pentingnya UMKM untuk go digital, pembuatan akun QRIS, serta tips berkomunikasi dengan pelanggan.
Dalam pelaksanaannya, Tim KKN-T Inovasi IPB menjangkau 13 pelaku UMKM. Dari jumlah tersebut, tercatat 13 penambahan titik usaha pada Google Maps, dua UMKM mendapatkan bantuan pembuatan QRIS, serta 13 pelaku UMKM memperoleh pendampingan dan edukasi mengenai digitalisasi usaha.
Program tersebut mendapat respons positif dari para pelaku UMKM. Sejumlah pelaku usaha merasa terbantu karena mendapatkan pendampingan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi.
Materi edukasi dan pendampingan juga diberikan dalam bentuk modul digital melalui private chat pada platform WhatsApp oleh salah satu anggota tim yang bertanggung jawab. Modul tersebut dapat digunakan oleh pelaku UMKM sebagai bahan untuk membaca kembali informasi mengenai digitalisasi usaha.
Melalui program BODAYA, Tim KKN-T Inovasi IPB berharap pelaku UMKM di Desa Bojong semakin siap menghadapi tantangan di era digital dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya. Pemanfaatan platform digital secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan visibilitas usaha sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Desa Bojong.







