Subang - Kebiasaan menjaga kebersihan masih menjadi tantangan di sejumlah lingkungan masyarakat. Di Desa Pasanggrahan, kebiasaan membuang sampah sembarangan masih kerap dijumpai, termasuk di kalangan anak-anak. Padahal, perilaku sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya merupakan salah satu kebiasaan yang penting ditanamkan sejak dini.
Berangkat dari kondisi tersebut, AQUA melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Program WASH berkolaborasi dengan mahasiswa KKNT Inovasi IPB menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa di Desa Pasanggrahan. Kegiatan ini menjadi upaya untuk mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan melalui pendekatan yang tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga melibatkan siswa untuk belajar dan mempraktikkannya secara langsung.
Edukasi PHBS tersebut dilaksanakan di tiga sekolah, yakni SDN 1 Pasanggrahan, SDN 2 Pasanggrahan, dan MIS Al-Akhyar. Sebanyak 164 siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 3 dan 5 Agustus. Jumlah tersebut terdiri atas 79 siswa dari SDN 1 Pasanggrahan, 54 siswa dari SDN 2 Pasanggrahan, dan 31 siswa dari MIS Al-Akhyar.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi mengenai berbagai kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi cara mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar, pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan mengenal jenis-jenis sampah, menjaga kebersihan melalui gotong royong, serta memilih jajanan yang lebih sehat.
Kegiatan ini didampingi oleh Dedi Junaedi selaku Fasilitator Program WASH. Ia mengatakan bahwa kebiasaan hidup bersih dan sehat sebaiknya mulai diperkenalkan sejak usia dini karena kebiasaan yang dibentuk sejak kecil dapat terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Dedi, penyampaian edukasi kepada anak-anak perlu dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan agar mereka lebih mudah memahami serta mengingat apa yang dipelajari.
“Kalau dari kecil mereka sudah terbiasa, nantinya akan lebih mudah. Misalnya, selesai makan langsung buang sampah ke tempatnya atau sebelum makan terbiasa cuci tangan. Hal-hal seperti itu kelihatannya sederhana, tapi kalau dibiasakan terus bisa jadi kebiasaan,” ujar Dedi.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik bersama. Para siswa diajak untuk mengikuti dan memperagakan langsung beberapa perilaku PHBS yang telah dijelaskan, seperti cara mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar.
Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga mencoba melakukannya secara langsung. Dengan begitu, materi yang diberikan tidak hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi juga lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa.
Selain kebersihan diri, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta mengenal berbagai jenis sampah.







