Runtut.com

AQUA Melalui Yayasan SUN berkolaborasi dengan Puskes Kasomalang dan Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Tanamkan PHBS Sejak Dini kepada 164 Siswa di Pasanggrahan

Kolaborasi AQUA dan mahasiswa KKNT IPB edukasi siswa SD di Desa Pasanggrahan, Subang praktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini.

4 menit baca
12
AQUA Melalui Yayasan SUN berkolaborasi dengan Puskes Kasomalang dan Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Tanamkan PHBS Sejak Dini kepada 164 Siswa di Pasanggrahan
Dokumentasi bersama — Tim KKNT Inovasi IPB

Subang - Kebiasaan menjaga kebersihan masih menjadi tantangan di sejumlah lingkungan masyarakat. Di Desa Pasanggrahan, kebiasaan membuang sampah sembarangan masih kerap dijumpai, termasuk di kalangan anak-anak. Padahal, perilaku sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya merupakan salah satu kebiasaan yang penting ditanamkan sejak dini.

Berangkat dari kondisi tersebut, AQUA melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Program WASH  berkolaborasi dengan mahasiswa KKNT Inovasi IPB menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa di Desa Pasanggrahan. Kegiatan ini menjadi upaya untuk mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan melalui pendekatan yang tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga melibatkan siswa untuk belajar dan mempraktikkannya secara langsung.

Edukasi PHBS tersebut dilaksanakan di tiga sekolah, yakni SDN 1 Pasanggrahan, SDN 2 Pasanggrahan, dan MIS Al-Akhyar. Sebanyak 164 siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 3 dan 5 Agustus. Jumlah tersebut terdiri atas 79 siswa dari SDN 1 Pasanggrahan, 54 siswa dari SDN 2 Pasanggrahan, dan 31 siswa dari MIS Al-Akhyar.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi mengenai berbagai kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi cara mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar, pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan mengenal jenis-jenis sampah, menjaga kebersihan melalui gotong royong, serta memilih jajanan yang lebih sehat.

Kegiatan ini didampingi oleh Dedi Junaedi selaku Fasilitator Program WASH. Ia mengatakan bahwa kebiasaan hidup bersih dan sehat sebaiknya mulai diperkenalkan sejak usia dini karena kebiasaan yang dibentuk sejak kecil dapat terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Dedi, penyampaian edukasi kepada anak-anak perlu dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan agar mereka lebih mudah memahami serta mengingat apa yang dipelajari.

“Kalau dari kecil mereka sudah terbiasa, nantinya akan lebih mudah. Misalnya, selesai makan langsung buang sampah ke tempatnya atau sebelum makan terbiasa cuci tangan. Hal-hal seperti itu kelihatannya sederhana, tapi kalau dibiasakan terus bisa jadi kebiasaan,” ujar Dedi.

— KKNT Inovasi IPB

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik bersama. Para siswa diajak untuk mengikuti dan memperagakan langsung beberapa perilaku PHBS yang telah dijelaskan, seperti cara mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar.

Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga mencoba melakukannya secara langsung. Dengan begitu, materi yang diberikan tidak hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi juga lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa.

Selain kebersihan diri, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta mengenal berbagai jenis sampah.

Koordinator Desa KKNT Inovasi IPB Desa Pasanggrahan, Rahmat Hamdi, mengatakan keterlibatan aktif siswa menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Karena itu, materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga dikemas dengan praktik dan aktivitas interaktif.

“Kalau hanya dijelaskan, kadang anak-anak cepat lupa. Makanya setelah materi kami ajak mereka praktik bareng, terus di akhir juga ada kuis. Jadi mereka bisa langsung mencoba lagi apa yang sudah dipelajari,” kata Rahmat.

Untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan, kegiatan ditutup dengan sesi kuis interaktif. Siswa diberikan berbagai pertanyaan seputar PHBS dan materi yang telah disampaikan sebelumnya.

Kuis juga dikemas dalam bentuk tantangan praktik. Sejumlah siswa maju ke depan kelas untuk memperagakan kembali perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menunjukkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar.

Antusiasme siswa terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung. Lebih dari 50 siswa mampu menjawab pertanyaan dalam sesi kuis, sementara lebih dari 30 siswa berani maju ke depan kelas untuk memperagakan praktik PHBS.

Dedi menilai perpaduan antara penyampaian materi, praktik bersama, dan kuis membuat kegiatan menjadi lebih interaktif. Menurutnya, cara tersebut juga membuat siswa lebih berani untuk terlibat dan menunjukkan pemahaman mereka.

“Anak-anak tadi cukup antusias, apalagi waktu sesi kuis dan praktik di depan. Kami berharap setelah kegiatan ini, mereka tidak hanya tahu, tetapi benar-benar mulai membiasakan hal-hal sederhana seperti cuci tangan, buang sampah pada tempatnya, atau memilih jajanan yang lebih sehat,” ujar Dedi.

Kolaborasi antara AQUA dan mahasiswa KKNT Inovasi IPB melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai PHBS, khususnya kepada anak-anak. Sekolah pun menjadi salah satu ruang penting untuk menanamkan kebiasaan baik yang dapat terus diterapkan, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat.

Melalui edukasi PHBS ini, Kolaborasi antara AQUA dan mahasiswa KKNT Inovasi IPB mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kesehatan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Mulai dari mencuci tangan, menggosok gigi, membuang sampah pada tempatnya, memilih jajanan sehat, hingga menjaga kebersihan lingkungan bersama, kebiasaan kecil tersebut diharapkan dapat terus dilakukan secara konsisten sejak usia dini.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 3 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 4 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu