Mahasiswa KKN UNS berdayakan masyarakat Kelurahan Gedong, Karanganyar lewat ragam program edukasi inovatif yang terintegrasi literasi dan pendekatan STEAM.
Karanganyar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan serangkaian program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Gedong, Kabupaten Karanganyar. Beragam kegiatan tersebut mengintegrasikan literasi dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, kreativitas, keselamatan kerja, hingga kepedulian lingkungan.
Rangkaian program dirancang tidak hanya sebagai kegiatan edukasi satu arah, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif melalui praktik langsung, demonstrasi, permainan edukatif, pendampingan, dan kegiatan kreatif. Sasaran program pun beragam, mulai dari anak-anak, remaja, masyarakat umum, hingga kelompok yang menjalankan aktivitas teknis seperti pengelasan.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Workshop Membatik Sapu Tangan. Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mengenal proses pembuatan motif sekaligus menerapkannya secara langsung pada media sapu tangan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan nilai seni dan budaya melalui pengalaman menghasilkan karya secara mandiri.
Mahasiswa KKN UNS juga mengadakan program Gembira Gerak yang menggabungkan aktivitas fisik, suasana belajar yang menyenangkan, dan kebersamaan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk bergerak aktif sekaligus memahami pentingnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.
Pada bidang keselamatan kerja, mahasiswa melaksanakan program peningkatan keselamatan pengelasan melalui distribusi helm las. Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian alat pelindung diri, tetapi juga disertai penguatan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan saat bekerja. Peserta diharapkan semakin memahami fungsi alat pelindung diri dan risiko yang dapat muncul apabila aspek keselamatan diabaikan.
Pengembangan karakter anak juga menjadi perhatian melalui program Paspor Kebaikan Anak. Media tersebut digunakan untuk membantu anak mengenali dan membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak untuk menerapkan nilai seperti tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, dan empati melalui kegiatan yang dapat mereka pahami secara konkret.
Inovasi lain yang dihadirkan adalah Eco-Friendly Dental Education Chair atau EDEC, sebuah media edukatif yang menggabungkan fungsi furnitur dengan pembelajaran kesehatan gigi. Media fisik tersebut dirancang untuk mendukung proses edukasi melalui pengalaman yang lebih konkret. Selain mengenalkan kesehatan gigi, konsep ramah lingkungan yang diterapkan dalam inovasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan bahan secara lebih bertanggung jawab.
Di tengah perkembangan teknologi digital, mahasiswa KKN UNS turut memberikan sosialisasi mengenai risiko phishing. Peserta diberikan pemahaman untuk mengenali pesan atau tautan mencurigakan, menjaga data pribadi, memeriksa sumber informasi, dan melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan teknologi digital secara lebih aman dan bertanggung jawab.
Upaya menjaga keberlanjutan juga dilakukan melalui program Mandiri Sayur. Dalam kegiatan tersebut, galon air mineral bekas dimanfaatkan sebagai wadah untuk menanam sayuran. Masyarakat, khususnya ibu-ibu, dilibatkan secara langsung dalam proses penanaman sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan kembali di lingkungan rumah. Program ini menggabungkan pemanfaatan kembali barang bekas dengan upaya sederhana mendukung ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga.
Pada bidang kesehatan dan pangan, mahasiswa juga memberikan edukasi gizi seimbang melalui program “Isi Piringku”. Dengan menggunakan media visual dan penjelasan yang mudah dipahami, peserta diajak mengenal pentingnya komposisi makanan yang beragam dan seimbang. Materi tersebut diharapkan dapat membantu peserta menghubungkan pengetahuan mengenai gizi dengan pilihan makanan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, sosialisasi pengelolaan limbah rumah tangga kepada ibu-ibu Desa Kluwih menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai jenis limbah rumah tangga, dampak limbah yang tidak terkelola, serta pentingnya memilah sampah organik dan anorganik. Pengelolaan limbah yang lebih baik diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat.
Seluruh rangkaian kegiatan KKN UNS tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di tengah masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan memahami informasi, tetapi juga sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan untuk mengambil keputusan dan melakukan tindakan.
Melalui integrasi pendidikan, kreativitas, kesehatan, teknologi, keselamatan kerja, pangan, dan kepedulian lingkungan, mahasiswa KKN UNS berupaya memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi masyarakat Kelurahan Gedong. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan diharapkan dapat menjadi langkah untuk membangun kebiasaan positif, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta mendorong kepedulian terhadap pembangunan yang berkelanjutan.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab