Pembuatan Gantungan Kunci dari Tutup Botol Bekas sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah dan Pengembangan Kreativitas Anak-Anak di Sekitar Posko 160 KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang
Mahasiswa KKN UIN Walisongo kembangkan ekonomi kreatif anak Desa Tanjungsari, Kendal lewat edukasi daur ulang tutup botol bekas jadi gantungan kunci.
Kendal – Barang bekas yang selama ini dianggap tidak lagi memiliki nilai guna dapat diolah menjadi karya sederhana yang menarik. Hal tersebut dilakukan mahasiswa KKN MIT-22 Posko 160 UIN Walisongo Semarang melalui program kerja bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) berupa pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas di Desa Tanjungsari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan anak-anak di sekitar posko KKN. Selain mengenalkan pemanfaatan barang bekas, kegiatan ini bertujuan mengembangkan kreativitas anak melalui aktivitas yang sederhana dan mudah dilakukan dengan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai bahan dan tahapan pembuatan gantungan kunci. Mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan contoh kepada peserta, kemudian anak-anak diajak mempraktikkannya secara langsung. Tutup botol bekas yang telah disiapkan kemudian dihias sesuai dengan kreativitas masing-masing peserta.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap tahapan. Mereka bebas memilih bentuk dan hiasan yang ingin digunakan sehingga setiap gantungan kunci yang dihasilkan memiliki tampilan yang berbeda.
Salah satu peserta mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Saya senang karena bisa membuat gantungan kunci dari tutup botol bekas. Ternyata barang yang biasanya dibuang bisa dibuat menjadi sesuatu yang bagus,” ujarnya.
— Tim KKN Pokso 160
Salah satu mahasiswa KKN juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kepada anak-anak bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajarkan bahwa barang bekas masih bisa dimanfaatkan dan diubah menjadi karya yang menarik,” ungkapnya.
Selain menghasilkan karya, kegiatan ini memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk berkreasi menggunakan bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah. Pemanfaatan tutup botol bekas juga menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi barang yang langsung berakhir sebagai sampah.
Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 160 berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman baru bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan sederhana berbasis Ekonomi Kreatif, barang bekas dapat memiliki fungsi baru dan menjadi media bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, serta memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka.