Mahasiswa KKNT IPB perkuat kesiapsiagaan bencana di Desa Wangunjaya, Cianjur melalui pemetaan kawasan rawan longsor dan edukasi warga bersama BPBD.
CIANJUR – Tingginya potensi bencana longsor di Desa Wangunjaya, Kecamatan Campaka, menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University. Karakteristik wilayah yang didominasi perbukitan mendorong mahasiswa KKNT menghadirkan dua program yang saling berkaitan, yakni SIGAP Longsor (Sistem Geospasial Analisis Potensi Longsor) dan SIAGA (Sosialisasi dan Edukasi Tanggap Bencana).
Kedua program tersebut dirancang sebagai upaya untuk membantu masyarakat dan pemerintah desa mengenali wilayah yang berpotensi terdampak longsor sekaligus meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan bencana.
Program SIGAP Longsor dilaksanakan melalui pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami longsor di Desa Wangunjaya. Pemetaan memanfaatkan sejumlah data, antara lain kondisi topografi, curah hujan, dan tutupan lahan untuk menghasilkan informasi mengenai tingkat potensi longsor di wilayah desa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses pembuatan peta pada 15–19 Juli 2026. Hasil pemetaan kemudian diverifikasi melalui ground checking yang dilaksanakan pada 2–3 Agustus 2026 untuk menyesuaikan informasi hasil analisis dengan kondisi aktual di lapangan. Tahap akhir dilakukan melalui pencetakan peta pada 4 Agustus 2026.
Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan tingkat kerawanan longsor di sejumlah wilayah Desa Wangunjaya. Peta tersebut menjadi salah satu luaran utama program SIGAP Longsor dan kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Wangunjaya sebagai informasi pendukung dalam upaya mitigasi bencana.
Keberadaan peta diharapkan dapat membantu pemerintah desa dan masyarakat mengenali wilayah yang memiliki potensi longsor. Informasi tersebut juga dapat menjadi bahan pendukung dalam perencanaan pembangunan, penyusunan kebijakan, serta pengambilan langkah mitigasi di tingkat desa.
Informasi mengenai potensi longsor yang diperoleh melalui pemetaan kemudian diperkuat melalui program SIAGA. Kegiatan sosialisasi dan edukasi tanggap bencana ini dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Cianjur.
Kegiatan berlangsung pukul 13.00–16.30 WIB dan diikuti oleh 44 peserta. Jumlah tersebut melampaui target awal sebanyak 20 peserta. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh edukasi mengenai mitigasi bencana, kesiapsiagaan, serta prosedur evakuasi yang dapat dilakukan ketika menghadapi potensi bencana longsor.
Rangkaian kegiatan meliputi registrasi peserta, pembukaan, penyampaian materi oleh BPBD Kabupaten Cianjur, diskusi dan tanya jawab, hingga penyerahan peta risiko longsor kepada Pemerintah Desa Wangunjaya.
Antusiasme masyarakat menjadi salah satu capaian dalam pelaksanaan kegiatan SIAGA. Jumlah peserta yang mencapai 44 orang menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap informasi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan tempat tinggal mereka.
SIGAP Longsor dan SIAGA dirancang sebagai dua program yang saling melengkapi. SIGAP Longsor menyediakan informasi mengenai potensi risiko melalui pemetaan wilayah, sedangkan SIAGA membantu menerjemahkan informasi tersebut menjadi pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Melalui kedua program tersebut, mahasiswa KKNT IPB berupaya mendorong Desa Wangunjaya agar tidak hanya mengetahui wilayah yang berisiko, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi kemungkinan bencana.
Peta risiko longsor yang dihasilkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh pemerintah desa sebagai informasi pendukung dalam perencanaan dan mitigasi. Sementara itu, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan SIAGA diharapkan dapat diterapkan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitarnya.
Dari sebuah peta, lahir langkah untuk bersiap. Dari sebuah edukasi, tumbuh masyarakat yang lebih tanggap. SIGAP Longsor dan SIAGA menjadi bagian dari upaya KKNT IPB dalam membangun Desa Wangunjaya yang lebih siap menghadapi risiko bencana.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab