Runtut.com

Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Olah Ikan Nila Jadi Bakso Bergizi untuk Balita dan Ibu Hamil di Desa Wado, Sumedang

Tingkatkan asupan gizi balita dan ibu hamil, mahasiswa KKNT IPB edukasi kader Desa Wado, Sumedang olah ikan nila jadi bakso lewat program Si Cantik.

2 menit baca
13
Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Olah Ikan Nila Jadi Bakso Bergizi untuk Balita dan Ibu Hamil di Desa Wado, Sumedang
Dokumentasi bersama — Tim KKNT Inovasi IPB Desa Wado

Sumedang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB Desa Wado menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “Si Cantik: Solusi Cerdas dalam Mengolah Ikan” untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas masyarakat dalam mengolah ikan menjadi produk pangan yang lebih beragam. Kegiatan puncak program dilaksanakan pada Senin (3/8/2026) di rumah salah satu ibu kader di Dusun Kampung Baru, Desa Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.

Program tersebut berangkat dari hasil survei dan identifikasi mahasiswa KKNT Inovasi IPB Desa Wado yang menemukan bahwa pemanfaatan ikan oleh masyarakat setempat masih didominasi metode pengolahan sederhana, seperti digoreng dan dibakar. Padahal, ikan nila merupakan salah satu potensi sumber daya perikanan yang tersedia di Desa Wado.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKNT menghadirkan inovasi pengolahan ikan yang lebih variatif melalui pembuatan bakso ikan nila. Program ini juga diarahkan untuk mendukung pemanfaatan pangan lokal sebagai salah satu sumber protein dalam menu masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan perhatian terhadap asupan gizi seperti balita dan ibu hamil.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pemanfaatan ikan dan alternatif pengolahannya. Mahasiswa kemudian melakukan demonstrasi pembuatan bakso ikan nila sebelum mengajak ibu-ibu kader untuk mempraktikkannya secara langsung.

Dalam prosesnya, ikan nila diolah bersama sejumlah bahan pendukung, antara lain tepung tapioka, es batu, garam, bawang putih halus, bawang merah goreng, lada bubuk, gula, dan penyedap jamur. Ibu-ibu kader terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari persiapan bahan hingga proses pembentukan dan pemasakan bakso.

Setelah matang, bakso ikan nila kemudian dikemas dalam kantong plastik kecil yang berisi empat butir untuk dibagikan kepada balita dan ibu hamil yang hadir dalam kegiatan Posyandu. Pembagian tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan alternatif olahan ikan yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Ibu-ibu kader Dusun Kampung Baru menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mengikuti demonstrasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan dan pengemasan produk. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman baru dalam mengolah ikan nila menjadi produk pangan yang lebih beragam.

— Tim KKNT Inovasi IPB Desa Wado

Melalui program “Si Cantik: Solusi Cerdas dalam Mengolah Ikan”, mahasiswa KKNT Inovasi IPB Desa Wado berharap masyarakat dapat semakin mengenali potensi ikan nila sebagai bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi berbagai produk. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh juga diharapkan dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKNT Inovasi IPB dalam mendukung pemanfaatan potensi pangan lokal dan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan ikan. Dengan kreativitas dalam mengolah sumber daya yang tersedia, potensi perikanan Desa Wado diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 3 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 1 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu