Runtut.com

Edukasi Lingkungan Sejak Dini: Mahasiswa KKN Kelompok 15 Bojonegoro Gelar Pelatihan Ecobrick di SDN Sumbergede, Hasilkan Kursi Ramah Lingkungan

Tanamkan peduli lingkungan sejak dini, mahasiswa KKN UPN Veteran Jatim latih siswa SDN Sumbergede Bojonegoro olah sampah plastik jadi kursi ecobrick.

3 menit baca
14
Edukasi Lingkungan Sejak Dini: Mahasiswa KKN Kelompok 15 Bojonegoro Gelar Pelatihan Ecobrick di SDN Sumbergede, Hasilkan Kursi Ramah Lingkungan
Dokumentasi bersama — Tim PDD KKN 15 UPN “VETERAN” JAWA TIMUR

Bojonegoro – Mahasiswa KKN Kelompok 15 Bojonegoro UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan ecobrick di SDN Sumbergede, Bojonegoro. Kegiatan yang diikuti siswa kelas IV, V, dan VI tersebut menjadi bagian dari program kerja bidang lingkungan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah plastik sekaligus mengembangkan kreativitas siswa dalam memanfaatkan limbah.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai bahaya sampah plastik bagi lingkungan, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), serta pengenalan ecobrick. Mahasiswa menjelaskan bahwa ecobrick dibuat dengan mengisi botol plastik menggunakan sampah plastik yang bersih dan kering hingga padat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai fasilitas sederhana.

Setelah memperoleh penjelasan, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan pembuatan ecobrick. Dengan didampingi mahasiswa KKN, siswa memotong sampah plastik yang telah dibawa dari rumah menjadi bagian-bagian kecil. Sampah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik dan dipadatkan menggunakan tongkat kayu hingga mencapai kepadatan yang sesuai.

Botol-botol yang telah terisi kemudian dicat oleh para siswa. Ecobrick yang selesai dibuat selanjutnya dirangkai menjadi sebuah kursi yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu fasilitas di lingkungan sekolah. Proses tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa bahwa sampah plastik dapat memiliki fungsi baru apabila dikelola secara kreatif dan tepat.

Dosen Pembimbing Lapangan, Isna Nugraha, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana edukasi lingkungan dapat dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat untuk menghasilkan solusi sederhana dan tepat guna.

“Melalui program ecobrick ini, mahasiswa berhasil memberikan solusi nyata untuk mengatasi masalah sampah, membantu masyarakat, dan mengajak semua orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatan ini mengajarkan siswa nilai-nilai penting seperti kesabaran, kedisiplinan, dan kerja sama tim,” ujar Isna, Kamis (23/7/2026).

Pihak SDN Sumbergede juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala Sekolah SDN Sumbergede menilai program ecobrick tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai bahaya sampah plastik, tetapi juga melatih kreativitas dan kerja sama siswa. Hasil berupa kursi menjadi contoh nyata bahwa limbah dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti arahan mahasiswa, bekerja sama dengan anggota kelompok, serta bersemangat menyelesaikan ecobrick hingga menjadi sebuah produk yang dapat digunakan. Interaksi antara mahasiswa dan siswa juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman baru mengenai pengelolaan lingkungan.

Ketua KKN Kelompok 15 Bojonegoro, Irvan Mahmud Pratama, berharap kegiatan tersebut dapat terus dilanjutkan setelah program KKN berakhir.

“Kami berharap kegiatan ecobrick ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa terus dilanjutkan oleh pihak sekolah maupun siswa secara mandiri. Semoga apa yang sudah kami bagikan bisa menjadi bekal bagi adik-adik untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Irvan, Kamis (23/7/2026).

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 15 Bojonegoro berharap siswa SDN Sumbergede dapat mulai menerapkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah plastik sejak dini. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan sekolah, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kedisiplinan, dan semangat kerja sama sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 3 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 1 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu