Tanamkan peduli lingkungan sejak dini, mahasiswa KKN UPN Veteran Jatim latih siswa SDN Sumbergede Bojonegoro olah sampah plastik jadi kursi ecobrick.
Bojonegoro – Mahasiswa KKN Kelompok 15 Bojonegoro UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan ecobrick di SDN Sumbergede, Bojonegoro. Kegiatan yang diikuti siswa kelas IV, V, dan VI tersebut menjadi bagian dari program kerja bidang lingkungan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah plastik sekaligus mengembangkan kreativitas siswa dalam memanfaatkan limbah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai bahaya sampah plastik bagi lingkungan, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), serta pengenalan ecobrick. Mahasiswa menjelaskan bahwa ecobrick dibuat dengan mengisi botol plastik menggunakan sampah plastik yang bersih dan kering hingga padat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai fasilitas sederhana.
Setelah memperoleh penjelasan, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan pembuatan ecobrick. Dengan didampingi mahasiswa KKN, siswa memotong sampah plastik yang telah dibawa dari rumah menjadi bagian-bagian kecil. Sampah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik dan dipadatkan menggunakan tongkat kayu hingga mencapai kepadatan yang sesuai.
Botol-botol yang telah terisi kemudian dicat oleh para siswa. Ecobrick yang selesai dibuat selanjutnya dirangkai menjadi sebuah kursi yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu fasilitas di lingkungan sekolah. Proses tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa bahwa sampah plastik dapat memiliki fungsi baru apabila dikelola secara kreatif dan tepat.
Dosen Pembimbing Lapangan, Isna Nugraha, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana edukasi lingkungan dapat dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat untuk menghasilkan solusi sederhana dan tepat guna.
“Melalui program ecobrick ini, mahasiswa berhasil memberikan solusi nyata untuk mengatasi masalah sampah, membantu masyarakat, dan mengajak semua orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, kegiatan ini mengajarkan siswa nilai-nilai penting seperti kesabaran, kedisiplinan, dan kerja sama tim,” ujar Isna, Kamis (23/7/2026).
Pihak SDN Sumbergede juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala Sekolah SDN Sumbergede menilai program ecobrick tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai bahaya sampah plastik, tetapi juga melatih kreativitas dan kerja sama siswa. Hasil berupa kursi menjadi contoh nyata bahwa limbah dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti arahan mahasiswa, bekerja sama dengan anggota kelompok, serta bersemangat menyelesaikan ecobrick hingga menjadi sebuah produk yang dapat digunakan. Interaksi antara mahasiswa dan siswa juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman baru mengenai pengelolaan lingkungan.
Ketua KKN Kelompok 15 Bojonegoro, Irvan Mahmud Pratama, berharap kegiatan tersebut dapat terus dilanjutkan setelah program KKN berakhir.
“Kami berharap kegiatan ecobrick ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa terus dilanjutkan oleh pihak sekolah maupun siswa secara mandiri. Semoga apa yang sudah kami bagikan bisa menjadi bekal bagi adik-adik untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Irvan, Kamis (23/7/2026).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 15 Bojonegoro berharap siswa SDN Sumbergede dapat mulai menerapkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah plastik sejak dini. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan sekolah, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kedisiplinan, dan semangat kerja sama sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab