Runtut.com

Dukung Desa Kliwonan Jadi Desa Wisata Batik Berkelanjutan, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Optimalisasi Pengelolaan IPAL

Mahasiswa KKN UNDIP edukasi pengrajin batik Desa Kliwonan, Sragen optimalkan operasional dan perawatan IPAL guna wujudkan desa wisata berkelanjutan.

2 menit baca
2
Dukung Desa Kliwonan Jadi Desa Wisata Batik Berkelanjutan, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Optimalisasi Pengelolaan IPAL
Dokumentasi bersama — Tim II KKN Universitas Diponegoro Program Studi Kimia

ragen – Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro dari Program Studi Kimia melaksanakan edukasi mengenai optimalisasi pengoperasian dan pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) batik di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman pengrajin batik mengenai pentingnya pengelolaan limbah cair secara tepat sekaligus mendukung keberlanjutan Desa Kliwonan sebagai desa wisata batik.

Kegiatan edukasi dilaksanakan oleh Maulana Rokhim Jufitasari, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro. Materi diawali dengan pengenalan karakteristik limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi batik. Para pengrajin diberikan pemahaman mengenai kandungan limbah batik serta potensi dampak lingkungan apabila limbah dibuang secara langsung tanpa melalui proses pengolahan yang sesuai.

Pemahaman tersebut kemudian menjadi dasar untuk mengenalkan fungsi IPAL sebagai fasilitas yang digunakan dalam mengolah air limbah sebelum dialirkan ke lingkungan. Mahasiswa menjelaskan tahapan pengolahan limbah secara sederhana, mulai dari masuknya limbah hingga proses pengolahan pada bagian-bagian IPAL agar lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh para pengrajin.

Selain pengoperasian, mahasiswa juga menekankan pentingnya pemeliharaan IPAL secara berkala. Keberadaan fasilitas pengolahan limbah perlu diikuti dengan perawatan dan penggunaan yang tepat agar kinerja sistem tetap terjaga. Melalui edukasi ini, pengrajin diharapkan tidak hanya memahami fungsi IPAL, tetapi juga mengetahui pentingnya menjaga kondisi fasilitas agar dapat digunakan secara optimal.

Untuk membantu penerapan materi dalam kegiatan sehari-hari, mahasiswa turut menyediakan infografis berupa pamflet “Pengelolaan Limbah Batik Berkelanjutan”. Media tersebut memuat informasi mengenai tahapan pengoperasian, hal-hal yang perlu diperhatikan selama penggunaan, serta langkah-langkah pemeliharaan IPAL. Pamflet kemudian diberikan kepada pengrajin dan pelaku UMKM batik sebagai panduan sederhana yang dapat digunakan kembali.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Pengrajin batik mengikuti pemaparan materi serta turut berdiskusi mengenai penggunaan IPAL yang selama ini diterapkan. Diskusi tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui berbagai kondisi dan kendala yang dihadapi pengrajin dalam pengoperasian maupun pemeliharaan fasilitas pengolahan limbah.

— Tim II KKN Universitas Diponegoro Program Studi Kimia

Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berharap para pengrajin batik Desa Kliwonan semakin memahami bahwa pengelolaan IPAL tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pengguna dalam pengoperasian dan pemeliharaan secara rutin.

Edukasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendukung pengelolaan lingkungan di Desa Kliwonan. Dengan pengelolaan limbah batik yang lebih optimal, perkembangan sentra batik di Desa Kliwonan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan desa wisata batik yang berkelanjutan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 3 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 1 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu