Dokumentasi bersama — Tim II KKN Universitas Diponegoro Program Studi Kimia
ragen – Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro dari Program Studi Kimia melaksanakan edukasi mengenai optimalisasi pengoperasian dan pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) batik di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman pengrajin batik mengenai pentingnya pengelolaan limbah cair secara tepat sekaligus mendukung keberlanjutan Desa Kliwonan sebagai desa wisata batik.
Kegiatan edukasi dilaksanakan oleh Maulana Rokhim Jufitasari, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro. Materi diawali dengan pengenalan karakteristik limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi batik. Para pengrajin diberikan pemahaman mengenai kandungan limbah batik serta potensi dampak lingkungan apabila limbah dibuang secara langsung tanpa melalui proses pengolahan yang sesuai.
Pemahaman tersebut kemudian menjadi dasar untuk mengenalkan fungsi IPAL sebagai fasilitas yang digunakan dalam mengolah air limbah sebelum dialirkan ke lingkungan. Mahasiswa menjelaskan tahapan pengolahan limbah secara sederhana, mulai dari masuknya limbah hingga proses pengolahan pada bagian-bagian IPAL agar lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh para pengrajin.
Selain pengoperasian, mahasiswa juga menekankan pentingnya pemeliharaan IPAL secara berkala. Keberadaan fasilitas pengolahan limbah perlu diikuti dengan perawatan dan penggunaan yang tepat agar kinerja sistem tetap terjaga. Melalui edukasi ini, pengrajin diharapkan tidak hanya memahami fungsi IPAL, tetapi juga mengetahui pentingnya menjaga kondisi fasilitas agar dapat digunakan secara optimal.
Untuk membantu penerapan materi dalam kegiatan sehari-hari, mahasiswa turut menyediakan infografis berupa pamflet “Pengelolaan Limbah Batik Berkelanjutan”. Media tersebut memuat informasi mengenai tahapan pengoperasian, hal-hal yang perlu diperhatikan selama penggunaan, serta langkah-langkah pemeliharaan IPAL. Pamflet kemudian diberikan kepada pengrajin dan pelaku UMKM batik sebagai panduan sederhana yang dapat digunakan kembali.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Pengrajin batik mengikuti pemaparan materi serta turut berdiskusi mengenai penggunaan IPAL yang selama ini diterapkan. Diskusi tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui berbagai kondisi dan kendala yang dihadapi pengrajin dalam pengoperasian maupun pemeliharaan fasilitas pengolahan limbah.
— Tim II KKN Universitas Diponegoro Program Studi Kimia
Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berharap para pengrajin batik Desa Kliwonan semakin memahami bahwa pengelolaan IPAL tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pengguna dalam pengoperasian dan pemeliharaan secara rutin.
Edukasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendukung pengelolaan lingkungan di Desa Kliwonan. Dengan pengelolaan limbah batik yang lebih optimal, perkembangan sentra batik di Desa Kliwonan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan desa wisata batik yang berkelanjutan.