Runtut.com

Ketika Akses dan Arahan Jadi Kendala, Mahasiswa UNAIR Hadirkan Mark-Up untuk Bantu Generasi Muda Berkompetisi

Mark-Up menjadi platform mentoring bagi pelajar dan mahasiswa untuk mendapat bimbingan strategi, studi kasus, hingga persiapan presentasi dalam kompetisi.

2 menit baca
6
Ketika Akses dan Arahan Jadi Kendala, Mahasiswa UNAIR Hadirkan Mark-Up untuk Bantu Generasi Muda Berkompetisi
MARK-UP — Dok . Pribadi

SURABAYA - Bagi banyak pelajar dan mahasiswa, mengikuti kompetisi bisa menjadi salah satu cara untuk mengembangkan diri sekaligus membangun prestasi. Namun, keinginan tersebut sering kali terhenti pada pertanyaan sederhana: harus mulai dari mana? Tidak semua peserta memiliki pengalaman, memahami strategi kompetisi, atau memiliki akses kepada mentor yang dapat membimbing mereka.

Berangkat dari keresahan tersebut, lima mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan Mark-Up, sebuah platform mentoring yang hadir untuk membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi secara lebih terarah. Tim tersebut terdiri dari Irvan Betrando Banjarnahor, Nadia Annadhiifah, Nayla Rahma Mawardi, Nicco Cahya Permana, dan Putri Zahra.

Mark-Up menyediakan layanan on-demand mentoring yang memungkinkan peserta mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan. Peserta dapat berkonsultasi mengenai strategi kompetisi, membahas studi kasus, menyusun solusi, hingga mempersiapkan presentasi bersama mentor yang memiliki pengalaman di bidangnya.

“Kami melihat banyak mahasiswa sebenarnya ingin mengikuti kompetisi, tetapi masih bingung harus belajar dari siapa dan bagaimana mempersiapkannya. Karena itu, kami ingin menghadirkan akses mentoring yang lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar tim Mark-Up.

Konsep on-demand menjadi salah satu pendekatan yang digunakan Mark-Up karena setiap peserta memiliki kebutuhan yang berbeda. Dengan sistem tersebut, peserta dapat memperoleh pendampingan yang lebih personal tanpa harus mengikuti pola pembelajaran yang seragam.

Seiring perkembangannya, Mark-Up juga mulai menjangkau pelajar SMA, sehingga akses mentoring tidak lagi terbatas pada mahasiswa. Perluasan ini menjadi langkah Mark-Up untuk membantu lebih banyak generasi muda yang memiliki keinginan untuk berprestasi, tetapi masih membutuhkan arahan dalam memulai perjalanan mereka di dunia kompetisi.

Bagi tim Mark-Up, kehadiran platform ini bukan sekadar untuk membantu peserta memenangkan kompetisi, tetapi juga memberikan akses terhadap mentor, strategi, dan pengalaman belajar yang sebelumnya sulit mereka dapatkan. Melalui Mark-Up, tim berharap semakin banyak pelajar dan mahasiswa yang berani mencoba, memiliki arah dalam mempersiapkan diri, dan menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk berkembang.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 3 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 1 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu