MALANG - Tim PKM BIMA Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Brawijaya melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Peternak Kambing-Kopi Terintegrasi melalui Skema Co-Creation dan Co-Ownership dalam Pengembangan Merek Kolektif 'Kafemilk' sebagai Produk Fungsional Probiotik Unggulan Daerah” pada 26 Juni 2026 di kediaman Bapak Toyib Usman selaku Ketua Kelompok Tani Suka Tani, Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui inovasi produk olahan susu kambing yang dipadukan dengan cita rasa kopi sebagai potensi unggulan desa.
Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., M.P. dengan anggota Dr. Mulia Winirsya Apriliyani, S.Pt., M.P. dan Dr. Yennyka Laelasariyanti, S.Pt., M.P., serta melibatkan mahasiswa PKM BIMA Nafisa Zahra, Nazhifah Hasna Qoth Runnada, dan Aulia Novitasyari. Kegiatan diikuti oleh peternak kambing, anggota Kelompok Tani Suka Tani, serta masyarakat Desa Argoyuwono yang antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa Argoyuwono serta Ketua Tim Pengabdian. Dalam sambutannya, Ketua Tim menyampaikan bahwa pengembangan Kafemilk tidak hanya bertujuan menghasilkan produk yoghurt susu kambing dengan cita rasa kopi yang memiliki nilai fungsional sebagai probiotik, tetapi juga membangun kolaborasi masyarakat melalui pendekatan co-creation dan co-ownership. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam proses pengembangan produk sekaligus memiliki rasa kepemilikan terhadap merek kolektif sehingga keberlanjutan usaha dapat terus terjaga.
Sebelum penyampaian materi, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai pengolahan susu kambing, manfaat probiotik, serta potensi pengembangan produk olahan berbasis komoditas lokal. Materi kemudian disampaikan oleh Ibu Premy Puspitawati Rahayu, S.Pt., M.P., yang menjelaskan mengenai manfaat yoghurt susu kambing sebagai pangan fungsional, proses pembuatan produk Kafemilk, pentingnya menjaga mutu dan keamanan pangan, serta strategi pengembangan merek kolektif sebagai identitas produk unggulan daerah.
Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti praktik pembuatan Kafemilk secara langsung dengan pendampingan tim pengabdian. Dalam sesi ini peserta mempelajari setiap tahapan produksi yoghurt susu kambing dengan penambahan cita rasa kopi, mulai dari persiapan bahan, proses fermentasi, hingga pengemasan produk. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan usaha berbasis susu kambing. Sebagai evaluasi akhir, peserta mengerjakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti pelatihan.
Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan peternak dan masyarakat Desa Argoyuwono mampu meningkatkan keterampilan dalam mengolah susu kambing menjadi produk bernilai tambah, memperkuat kerja sama antar anggota kelompok melalui skema co-creation dan co-ownership, serta mengembangkan Kafemilk sebagai merek kolektif yang memiliki daya saing tinggi. Dengan demikian, produk yoghurt susu kambing bercita rasa kopi ini diharapkan dapat menjadi produk fungsional probiotik unggulan daerah yang mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil peternakan sekaligus mendukung pengembangan potensi lokal Desa Argoyuwono secara berkelanjutan.







