SIAK - Pergeseran pola transaksi masyarakat dari tunai menuju digital (cashless) mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Berdampak Tahun 2026 untuk bergerak cepat mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat perkampungan.

Melalui program kerja pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Target 1 (Tanpa Kemiskinan), tim KUKERTA UNRI Berdampak menggelar kegiatan "Sosialisasi dan Fasilitasi Pembuatan QRIS untuk Pelaku UMKM" di Kampung Parit I/II, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Kegiatan ini berlangsung secara bertahap pada 24, 26, dan 28 Juni 2026. Berbeda dengan sosialisasi terpusat pada umumnya, tim mahasiswa memilih metode door-to-door atau mendatangi langsung tempat usaha warga dari rumah ke rumah. Pendekatan ini diambil agar pendampingan teknis pendaftaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dapat berjalan lebih privat, terarah, dan mudah dipahami oleh pedagang.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan perangkat Kampung Parit I/II dan pendataan langsung di lapangan, tim KUKERTA UNRI Berdampak berhasil memfasilitasi setidaknya setengah dari pelaku UMKM yang ada di Kampung Parit I/II. Jenis usaha yang didampingi cukup beragam, mulai dari warung kelontong, pedagang kuliner, hingga pelaku usaha rumahan.

"Banyak pelaku usaha di kampung yang sebenarnya ingin memanfaatkan pembayaran digital, namun terkendala informasi dan kebingungan soal cara pendaftarannya. Lewat pendampingan langsung ini, kami bantu proses pendaftarannya secara gratis dari awal sampai kode QRIS siap dipasang di warung mereka," ujar perwakilan tim KUKERTA UNRI Berdampak.

Selain memfasilitasi pembuatan secara gratis, mahasiswa KUKERTA UNRI Berdampak juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya transaksi digital yang aman, praktis, dan terawasi oleh Bank Indonesia. Pemanfaatan QRIS diharapkan tidak hanya mempermudah pencatatan keuangan pedagang, tetapi juga membantu membangun rekam jejak transaksi yang valid guna membuka akses pembiayaan usaha yang lebih luas di masa depan.

Melalui program pendampingan digitalisasi ini, mahasiswa KUKERTA UNRI Berdampak berharap para pelaku UMKM di Kampung Parit I/II dapat terus berkembang, meningkatkan daya saing usaha, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat setempat.