SIAK - Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan warisan tradisi daerah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Berdampak Tahun 2026 menggelar kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Media Digital dalam Mengenalkan Lempuk Durian Khas Sungai Apit”. Program kerja kebudayaan ini dilaksanakan di kediaman Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Sungai Apit, Kampung Parit I/II, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada Minggu malam (19/07/2026).
Mengangkat tema Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya Melayu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kembali identitas budaya, menanamkan rasa bangga, serta mengedukasi masyarakat luas—khususnya generasi muda—mengenai nilai sejarah dan kebudayaan lokal Melayu Siak.
Lempuk durian tidak hanya dikenal sebagai kuliner tradisional, tetapi juga memiliki nilai filosofis dan sejarah panjang dalam tradisi masyarakat Sungai Apit. Namun, pemahaman mendalam mengenai asal-usul, nilai kebudayaan, serta pembuatan secara tradisional mulai kurang dipahami secara luas oleh masyarakat umum di luar wilayah tersebut.
Melihat kondisi ini, mahasiswa KUKERTA UNRI Berdampak memanfaat platform digital berkonsep podcast sebagai media komunikasi yang santai namun tetap edukatif untuk menyampaikan nilai-nilai budaya tersebut.







