CIANJUR — Dalam upaya mengurangi limbah anorganik sekaligus meningkatkan kreativitas masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar edukasi lingkungan dan praktik pemanfaatan sampah plastik di Posko KKN 02 Wanasari, Desa Wanasari, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi mengenai dampak penumpukan sampah plastik terhadap lingkungan, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik langsung atau lokakarya. Anak-anak dan remaja setempat diajak memanfaatkan sampah plastik, khususnya tutup botol minuman bekas, menjadi barang yang memiliki nilai guna dan estetika berupa gantungan kunci.

Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan konsep upcycling melalui proses pengolahan tutup botol plastik menjadi bentuk baru. Tahapan dimulai dengan memotong tutup botol menjadi serpihan kecil. Serpihan tersebut kemudian diletakkan di atas kertas pelapis atau baking paper dan dipanaskan menggunakan setrika hingga meleleh.

Setelah plastik meleleh, bahan tersebut ditekan menggunakan cetakan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Plastik kemudian dibiarkan hingga mengering dan mengeras. Tahap terakhir dilakukan dengan membuat lubang pada hasil cetakan untuk memasangkan ring gantungan kunci.

Meskipun terdapat proses pemanasan, seluruh tahapan praktik dilakukan dengan pendampingan mahasiswa KKN. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan proses berlangsung dengan aman sekaligus membantu peserta memahami setiap tahapan pembuatan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa peduli lingkungan itu bisa dilakukan dengan cara yang asyik dan menghasilkan karya yang nyata. Melalui edukasi di posko ini, sampah plastik yang biasanya langsung dibuang kini memiliki nilai tambah berupa gantungan kunci yang bisa mereka pakai sendiri di tas sekolah mereka,” ujar perwakilan pelaksana program KKN 02 Wanasari UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, peserta juga dapat terlibat langsung dalam proses pembuatan kerajinan. Hasil karya yang dibuat sendiri menjadi salah satu pengalaman yang mendorong peserta untuk melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 tersebut, Kelompok KKN 02 Wanasari berharap dapat menanamkan kebiasaan dan pola pikir ramah lingkungan kepada anak-anak dan remaja di Desa Wanasari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan kreativitas pemanfaatan barang bekas sekaligus membuka wawasan mengenai potensi ekonomi dari produk hasil upcycling.