Demak — Ratusan warga Desa Pamongan, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, memadati Lapangan Desa Pamongan pada Rabu malam (12/8/2026) untuk mengikuti Pengajian Umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang dimulai pada pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga Desa Pamongan. Sejak selepas waktu Isya, masyarakat mulai berdatangan dan memenuhi area lapangan. Jamaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, hingga ibu-ibu majelis taklim.
Suasana semakin khusyuk ketika penceramah asal Jawa Timur, Hj. Kharisma Yogi Noviana, menyampaikan tausiah di hadapan para jamaah. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama.
Penyampaian ceramah yang lugas dan komunikatif membuat jamaah antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Pesan mengenai pentingnya menjaga akhlak, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam pengajian tersebut.
Kepala Desa Pamongan, Supriyadi, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bergotong royong dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan dan modal sosial di Desa Pamongan.
Ia juga berharap kehadiran penceramah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan dan semangat untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, masyarakat Desa Pamongan diharapkan dapat terus menjaga semangat ukhuwah Islamiyah, kebersamaan, kepedulian sosial, serta kecintaan kepada Rasulullah SAW. Momentum tersebut juga menjadi pengingat agar nilai-nilai yang disampaikan dalam pengajian tidak hanya berhenti sebagai pesan keagamaan, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.







