CIANJUR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung 2026 melaksanakan program “Ngajar Mengajar” di Desa Wanasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan formal dan nonformal sekaligus membantu meningkatkan motivasi belajar anak-anak di wilayah pengabdian.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa secara rutin terlibat dalam kegiatan pendidikan di berbagai lembaga, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), madrasah, hingga Majelis Pengajian. Kegiatan tersebut dirancang agar pendampingan pendidikan tidak hanya berfokus pada pemahaman akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan penguatan pemahaman keagamaan.
Di tingkat SD dan SMP, mahasiswa KKN 02 membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran, mendampingi diskusi kelas, serta memberikan motivasi kepada siswa. Mahasiswa juga menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif untuk menciptakan suasana belajar yang tidak monoton. Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan positif dari siswa maupun pihak sekolah.
Pendampingan kemudian dilanjutkan di lembaga pendidikan keagamaan. Di madrasah, mahasiswa membantu para guru atau asatidz dalam menyampaikan materi diniyah, seperti Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadis, dan Fiqih. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu siswa memahami pengetahuan keagamaan sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sore hingga malam hari, mahasiswa KKN 02 turut mendampingi kegiatan di Majelis Pengajian. Pendampingan difokuskan pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi anak-anak Desa Wanasari. Mahasiswa membimbing anak-anak mulai dari pengenalan huruf menggunakan metode Iqra, penerapan tajwid, hingga latihan membaca Al-Qur’an dengan lebih lancar.
“Program Ngajar Mengajar ini adalah bentuk komitmen kami untuk hadir secara utuh di tengah masyarakat. Kami menyadari bahwa pendidikan di sekolah umum harus berjalan beriringan dengan pendidikan karakter di Madrasah serta kelancaran mengaji di Majlis. Harapannya, kehadiran kami bisa sedikit meringankan tugas para pendidik di sini sekaligus menyuntikkan semangat baru bagi para murid dan santri,” ungkap Fitriani, perwakilan KKN 02 UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Keterlibatan mahasiswa di berbagai lembaga pendidikan juga membangun sinergi dengan guru, tokoh agama, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk memperoleh pendampingan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Melalui program “Ngajar Mengajar”, mahasiswa KKN Kelompok 02 UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap kontribusi yang diberikan dapat membantu kegiatan pendidikan di Desa Wanasari. Pendampingan yang mencakup pendidikan akademik, karakter, dan keagamaan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan pengetahuan sekaligus pembentukan karakter anak-anak di Desa Wanasari.







