CIANJUR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan program Bimbingan Belajar (Bimbel) terpadu bagi anak-anak usia sekolah di Desa Wanasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur. Kegiatan yang berpusat di Dusun Mekar Mulya tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.
Program bimbingan belajar dirancang untuk mendampingi siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan difokuskan pada pendampingan pemahaman materi pelajaran, pengerjaan tugas sekolah, serta peningkatan motivasi belajar melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut bahkan melampaui target awal mahasiswa KKN. Semula, kegiatan ditujukan bagi anak-anak di Dusun Mekar Mulya. Namun, informasi mengenai adanya bimbingan belajar gratis membuat puluhan siswa dari dusun lain turut datang dan mengikuti kegiatan.
“Kami sangat terkejut sekaligus bangga melihat semangat belajar adik-adik di sini. Awalnya kami hanya memfokuskan kegiatan untuk warga Dusun Mekar Mulya, tetapi ternyata banyak juga anak-anak dari dusun tetangga yang ikut hadir karena mendengar adanya program bimbel gratis ini,” ujar Rizki Maulana, Ketua Mahasiswa KKN 02 Wanasari UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Tingginya jumlah peserta membuat keterbatasan ruang menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan. Untuk mengatasinya, mahasiswa KKN membagi peserta berdasarkan jenjang pendidikan agar proses pendampingan dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Bagi peserta PAUD dan siswa SD kelas bawah, pembelajaran difokuskan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Materi diberikan melalui kegiatan yang diselingi permainan edukatif agar siswa dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan. Sementara itu, siswa SD kelas atas dan SMP mendapatkan pendampingan dalam memahami serta menyelesaikan materi pelajaran yang dianggap lebih sulit, terutama Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Selain membantu siswa memahami materi pelajaran, kegiatan bimbingan belajar juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak dan mengenali kebutuhan belajar mereka. Pendekatan yang lebih dekat dan interaktif diharapkan dapat membuat siswa lebih percaya diri dalam bertanya serta menyampaikan kesulitan yang mereka hadapi selama belajar.
Melalui program Bimbel terpadu ini, mahasiswa KKN Kelompok 02 UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap kehadiran mereka dapat memberikan manfaat bagi anak-anak Desa Wanasari, baik dalam membantu proses belajar maupun menumbuhkan motivasi untuk terus menempuh pendidikan.
Program tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan serta mendorong semangat belajar generasi muda di Desa Wanasari dan Kecamatan Agrabinta.







