Batang, 13 Agustus 2026 — Forum Anak Desa Karanggeneng (FANDEKAR) resmi dibentuk pada 24 Juli 2026 di Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Forum ini menjadi forum anak pertama di tingkat desa se-Kabupaten Batang dan digagas oleh Tim II KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai wadah bagi anak dan remaja untuk menyampaikan aspirasi serta turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi anak.
Pembentukan FANDEKAR dilatarbelakangi oleh potensi anak dan remaja di Desa Karanggeneng yang cukup besar. Anak-anak dan remaja berusia di bawah 18–19 tahun tersebar di berbagai RT sehingga memiliki potensi untuk menjadi generasi penerus sekaligus bagian dari pembangunan lingkungan desa. Di sisi lain, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, seperti bullying, kekerasan seksual, dan kesehatan mental remaja.
Melalui FANDEKAR, anak-anak diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, serta gagasan mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi. Forum ini diharapkan dapat menjadi sarana agar suara anak tidak hanya didengar, tetapi juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih baik dan ramah terhadap anak.
Proses pembentukan forum dilakukan melalui sosialisasi, pendampingan, hingga pengesahan yang melibatkan Tim II KKN UNDIP Desa Karanggeneng. Momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Anak sehingga kegiatan dilengkapi dengan kampanye mengenai pencegahan bullying, kekerasan seksual, serta pentingnya menjaga kesehatan mental remaja.
Kampanye yang dilaksanakan pada 24 Juli 2026 mendapat partisipasi dan antusiasme dari masyarakat serta anak-anak Desa Karanggeneng. Selain mengangkat isu perlindungan anak, kegiatan juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya meningkatkan budaya literasi di lingkungan masyarakat.
Salah satu mahasiswa Tim II KKN UNDIP Desa Karanggeneng, Jingga Aurelia Pradipta, turut berkontribusi melalui pembuatan poster ajakan untuk melestarikan budaya literasi. Upaya tersebut dilatarbelakangi oleh minat literasi masyarakat Desa Karanggeneng yang masih perlu ditingkatkan, meskipun berbagai koleksi buku dari pemerintah telah tersedia di sekolah-sekolah.
Melalui kampanye tersebut, masyarakat dan anak-anak diajak untuk memanfaatkan fasilitas bacaan yang tersedia serta membangun kebiasaan membaca. Peningkatan budaya literasi diharapkan dapat membantu anak dan remaja mengembangkan wawasan, kemampuan berpikir, serta potensi diri.
Kehadiran FANDEKAR diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ruang partisipasi anak di Desa Karanggeneng. Dengan adanya wadah yang dapat menampung aspirasi sekaligus mendorong kegiatan positif seperti kampanye perlindungan anak dan literasi, anak-anak dan remaja diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih berani menyampaikan pendapat, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki semangat untuk terus belajar.







