Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 25 Desa Banaran melaksanakan program kerja berupa pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Banaran. Program tersebut dilaksanakan bersama Mbak Ayuk, pemilik usaha “Latar Biru Mbak Ayuk” yang menjual es teh dan berbagai minuman kepada masyarakat sekitar.
Program kerja ini menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa KKN UNISRI dalam mendukung pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku usaha di Desa Banaran. Perkembangan teknologi turut membawa perubahan terhadap kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi. Pembayaran yang sebelumnya banyak dilakukan secara tunai kini mulai berkembang dengan hadirnya berbagai metode pembayaran digital yang dinilai lebih praktis dan mudah digunakan.
Melihat perkembangan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 25 berinisiatif memberikan pendampingan kepada UMKM Latar Biru Mbak Ayuk untuk menyediakan alternatif pembayaran melalui QRIS. Sebelumnya, transaksi pada usaha tersebut masih lebih banyak dilakukan secara tunai. Kondisi tersebut terkadang menjadi keterbatasan ketika konsumen tidak membawa uang tunai atau lebih terbiasa melakukan pembayaran secara digital.
Pemilihan Latar Biru Mbak Ayuk sebagai sasaran program juga didasarkan pada karakteristik usaha yang berhubungan langsung dengan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Sebagai usaha yang menjual minuman di pinggir jalan, transaksi antara penjual dan konsumen berlangsung secara cepat dan sederhana. Oleh karena itu, keberadaan metode pembayaran digital diharapkan dapat menjadi pilihan tambahan yang mempermudah proses transaksi tanpa menghilangkan metode pembayaran tunai yang telah digunakan sebelumnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 25 memberikan pengenalan mengenai QRIS sekaligus mendampingi proses pembuatannya hingga dapat digunakan sebagai metode pembayaran pada usaha Latar Biru Mbak Ayuk. Pendampingan tidak hanya berfokus pada proses pembuatan kode QR, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pemilik usaha mengenai fungsi, manfaat, dan cara penggunaannya dalam kegiatan transaksi sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai tahapan transaksi menggunakan QRIS, mulai dari konsumen memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran digital, memasukkan nominal pembayaran, hingga memastikan transaksi berhasil dilakukan. Penjelasan tersebut diberikan agar pemilik UMKM dapat menggunakan dan mengelola metode pembayaran tersebut secara mandiri setelah program KKN selesai.
Penerapan QRIS pada Latar Biru Mbak Ayuk diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi konsumen karena tersedia pilihan pembayaran secara tunai maupun non-tunai. Keberadaan metode pembayaran yang lebih beragam juga menjadi salah satu bentuk adaptasi usaha terhadap perubahan kebiasaan konsumen, terutama masyarakat yang telah terbiasa menggunakan telepon pintar dan layanan pembayaran digital dalam melakukan transaksi sehari-hari.
Perwakilan mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 25 menyampaikan bahwa program tersebut berangkat dari pengamatan terhadap semakin berkembangnya penggunaan pembayaran digital di masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya agar manfaat perkembangan teknologi juga dapat dirasakan oleh pelaku usaha kecil di lingkungan Desa Banaran.







