Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI), Nala Mugni Ibrahim dari Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum, melaksanakan program kerja individu berupa edukasi literasi digital di SD Negeri 2 Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Literasi Digital”.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan bermedia sosial yang bijak, aman, dan beretika. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai media sosial, mulai dari pengertian, bentuk, dampak, hingga cara mencegah berbagai risiko dalam penggunaannya.
Selain itu, siswa diberikan pemahaman mengenai etika serta pentingnya saling menghargai, peduli, bertanggung jawab, dan menghormati sesama pengguna media sosial.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai literasi digital dan keamanan digital yang disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa. Dalam sesi tersebut, siswa diajak mengenali berbagai hal baik dan buruk yang dapat terjadi di internet dan lingkungan media sosial, serta memahami dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku.
Materi juga dilengkapi dengan pembahasan mengenai cara mengenali dan menghindari berita bohong (hoax) yang banyak beredar di media sosial. Siswa diajarkan mengenali ciri-ciri umum berita hoax, seperti judul yang berlebihan atau memancing emosi, sumber yang tidak jelas, serta isi berita yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya.
Siswa juga diberikan tips sederhana untuk menyaring informasi, di antaranya membaca berita secara menyeluruh sebelum menyimpulkan, memeriksa kembali sumber dan fakta melalui situs tepercaya, serta tidak mudah membagikan (share) informasi sebelum memastikan kebenarannya. Melalui pemaparan tersebut, siswa diharapkan mampu bersikap lebih kritis dan berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi di dunia digital.
Selanjutnya, siswa mengikuti kuis sederhana yang berkaitan dengan materi yang telah diberikan, termasuk cara menghindari jebakan berita hoax. Kuis dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik juga mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka.
Sebagai penutup, seluruh siswa kembali diingatkan mengenai etika bermedia sosial serta pentingnya saling menghargai, peduli, dan menghormati sesama pengguna media sosial. Siswa juga diingatkan untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap berita bohong agar tidak mudah terjebak informasi yang menyesatkan.
Pelaksanaan program kerja individu ini mendapat dukungan dari pihak SD Negeri 2 Banaran. Pihak sekolah membantu memberikan izin, menyediakan tempat, serta mendampingi jalannya kegiatan. Dukungan tersebut membantu kegiatan edukasi berjalan dengan tertib dan lancar.
Melalui kegiatan ini, Nala berharap siswa dapat lebih memahami dampak media sosial serta mampu menerapkan etika dalam berinteraksi di ruang digital, termasuk sikap saling menghargai, peduli, bertanggung jawab, dan menghormati sesama pengguna media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut juga diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan di sekolah maupun di luar sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Program kerja individu ini sekaligus menjadi salah satu upaya mendukung wellness economy, yang tengah menjadi perhatian global. Salah satu sektor dalam wellness economy adalah kesejahteraan mental (mental wellness), yang di era digital saat ini berkaitan erat dengan digital wellbeing, yaitu kesejahteraan seseorang dalam menggunakan teknologi dan media sosial secara sehat.
Paparan berita bohong, konten negatif, maupun interaksi yang tidak beretika di media sosial dapat berdampak pada kondisi mental penggunanya, terutama bagi anak-anak yang masih dalam tahap pembentukan pemahaman digital. Oleh karena itu, edukasi literasi digital sejak usia dini merupakan bentuk upaya pencegahan yang sejalan dengan prinsip wellness economy, bukan sekadar menangani dampak negatif setelah terjadi.
Melalui kegiatan ini, siswa SD Negeri 2 Banaran diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi digital yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga sehat secara mental dan bijak dalam bermedia sosial.
Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti perbedaan tingkat pemahaman siswa, kondisi kelas yang terkadang kurang kondusif, serta keterbatasan waktu, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme siswa dan dukungan dari pihak sekolah turut membantu kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.







