Pekalongan – Pengelolaan keuangan rumah tangga menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kestabilan ekonomi keluarga dan mempersiapkan kebutuhan di masa depan. Melihat pentingnya literasi finansial bagi masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melalui Damai Ariella, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, melaksanakan program penyuluhan bertajuk “Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga” di Desa Pantirejo.

Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai cara mengelola keuangan keluarga secara bijak. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan pemasukan dan pengeluaran, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, penyediaan dana darurat, serta kewaspadaan terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal.

Dalam kegiatan tersebut, Damai menjelaskan sejumlah alasan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga. Pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu keluarga mengatur pengeluaran secara lebih terencana, menghindari utang yang tidak diperlukan, mempersiapkan dana darurat ketika menghadapi kondisi mendesak, serta menyisihkan dana untuk kebutuhan masa depan, termasuk pendidikan anak.

Untuk membantu masyarakat menerapkan materi dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa memperkenalkan “5 Langkah Keuangan Sehat”. Langkah pertama adalah mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin agar kondisi keuangan keluarga dapat dipantau dengan lebih mudah. Pencatatan tersebut juga dapat membantu keluarga mengetahui pos pengeluaran yang perlu dikurangi atau disesuaikan.

Langkah kedua adalah mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan. Masyarakat diajak membedakan kebutuhan pokok, seperti beras, lauk-pauk, listrik, air, biaya sekolah, dan transportasi, dengan pengeluaran yang dapat ditunda, seperti hiburan, liburan, perhiasan, atau pembelian barang baru.

Langkah berikutnya adalah menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan. Kebiasaan menabung diharapkan dapat membantu keluarga mempersiapkan kebutuhan yang akan datang sekaligus memiliki cadangan dana ketika menghadapi kondisi tidak terduga.

Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menghindari pinjaman online ilegal. Warga diingatkan untuk berhati-hati terhadap layanan pinjaman yang tidak memiliki legalitas, menawarkan bunga atau biaya yang tidak wajar, berpotensi menyalahgunakan data pribadi, maupun menggunakan metode penagihan yang disertai ancaman dan intimidasi.

Masyarakat kemudian diarahkan untuk selalu memeriksa legalitas lembaga pembiayaan, membaca syarat dan ketentuan sebelum menggunakan layanan keuangan, serta tidak mudah tergiur dengan tawaran pencairan dana secara cepat. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan secara lebih hati-hati.

Sebagai bagian dari materi, mahasiswa turut mengenalkan alternatif pembiayaan melalui lembaga keuangan syariah. Pembiayaan syariah dijelaskan sebagai salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan masyarakat dengan memperhatikan akad, ketentuan, dan prinsip syariah yang berlaku. Masyarakat juga diimbau untuk memastikan bahwa lembaga keuangan yang digunakan memiliki legalitas dan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui program “Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga”, mahasiswa KKN Undip berharap masyarakat Desa Pantirejo semakin memiliki pemahaman dalam mengatur keuangan rumah tangga secara terencana. Kebiasaan mencatat keuangan, menentukan prioritas, menabung, serta berhati-hati dalam memilih layanan pembiayaan diharapkan dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga yang lebih mandiri dan berkelanjutan.