Pekalongan, 1 Agustus 2026 – Mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui program “Emotion in Action: Penguatan Literasi Emosi dan Social Emotional Learning (SEL) melalui Aktivitas Kreatif dan Bermain” mengajak siswa SD Negeri 01 Pantirejo, Desa Pantirejo, Kabupaten Pekalongan, untuk mengenali emosi dan mengekspresikan diri melalui berbagai aktivitas kreatif. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas 1 hingga 6 dengan rangkaian aktivitas yang disesuaikan berdasarkan jenjang kelas. Program ini diinisiasi oleh Cinta Najwa, mahasiswa KKN UNDIP, dengan melibatkan anggota kelompok KKN dalam pelaksanaannya.
Kegiatan untuk siswa kelas 1–3 diawali dengan permainan estafet botol. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan bekerja sama untuk menyelesaikan permainan. Melalui aktivitas tersebut, siswa diajak untuk berinteraksi dengan teman, mengikuti aturan, menunggu giliran, serta berkoordinasi dengan anggota kelompok. Permainan menjadi sarana untuk mengenalkan keterampilan sosial melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan anak.
Setelah permainan, siswa mengikuti kegiatan pengenalan emosi dasar melalui aktivitas tebak ekspresi wajah. Mereka diajak mengenali berbagai emosi, seperti senang, sedih, marah, jijik, dan takut. Siswa kemudian diminta menirukan ekspresi tersebut dan menghubungkannya dengan situasi sederhana yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan juga dilengkapi dengan lembar kerja untuk membantu memperkuat pemahaman siswa mengenai emosi yang telah dikenalkan.
Aktivitas tersebut diarahkan untuk mendukung kemampuan self-awareness dan social awareness, yaitu kemampuan mengenali kondisi emosional diri sekaligus memahami emosi dan perspektif orang lain. Dengan menggunakan contoh dan aktivitas yang sederhana, siswa dapat belajar mengenali perasaan dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Rangkaian kegiatan siswa kelas 1–3 kemudian dilanjutkan dengan aktivitas menghias gypsum. Siswa diberikan kebebasan memilih warna dan menentukan bentuk dekorasi sesuai dengan kreativitas masing-masing. Kegiatan seni tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri melalui karya sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih santai dan menyenangkan.
Sementara itu, siswa kelas 4–6 mengikuti kegiatan yang lebih berfokus pada ekspresi diri dan pengembangan kreativitas. Salah satunya dilakukan melalui penulisan cerita pendek dengan tema yang berkaitan dengan pengalaman emosional dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dapat memilih tema, seperti keberanian menghadapi ketakutan, persahabatan, membantu teman yang sedang sedih, kebanggaan terhadap diri sendiri, pengalaman mencoba hal baru, hingga cita-cita.
Melalui kegiatan menulis tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk menuangkan pikiran, perasaan, pengalaman, dan imajinasi melalui tulisan. Aktivitas ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi siswa untuk memahami pengalaman emosional mereka sekaligus mengembangkan kemampuan dalam mengekspresikan diri.
Selain menulis cerpen, siswa kelas 4–6 juga diajak membuat kerajinan menggunakan clay. Tidak terdapat bentuk karya yang harus dibuat secara seragam sehingga siswa bebas menentukan bentuk berdasarkan minat dan imajinasi masing-masing. Kebebasan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus mengekspresikan ide melalui karya.
Salah satu siswa kelas 4 membuat bola dari clay sebagai representasi cita-citanya untuk menjadi pemain sepak bola. Karya tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas kreatif dapat menjadi media bagi siswa untuk menuangkan minat, imajinasi, dan harapan mereka.
Rangkaian kegiatan kelas 4–6 kemudian dilengkapi dengan permainan Ranking 1. Siswa menjawab berbagai pertanyaan pengetahuan umum dalam suasana kompetitif dan menyenangkan. Selain menguji pengetahuan, permainan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mengikuti aturan, mempertahankan fokus, mengambil keputusan dalam waktu singkat, serta menghadapi situasi menang dan kalah secara sportif.
Aktivitas tersebut juga dirancang untuk mendukung aspek self-management dan responsible decision-making dalam pembelajaran SEL. Siswa diajak mengelola respons diri, mempertimbangkan pilihan jawaban, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil selama permainan berlangsung.
Melalui program “Emotion in Action”, mahasiswa KKN UNDIP mengemas pembelajaran sosial-emosional melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak. Permainan, pengenalan emosi, menulis, dan berkarya menjadi bagian dari pengalaman belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga ruang bagi siswa untuk berinteraksi dan berekspresi.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengenali emosi, memahami perasaan orang lain, membangun kemampuan bekerja sama, serta mengembangkan kreativitas dan minat dalam suasana belajar yang menyenangkan.







