Pekalongan, 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui inisiasi kegiatan Car Free Day (CFD) Desa Pantirejo. Program ini menjadi upaya menciptakan ruang publik yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus memperkuat potensi budaya desa. Pelaksanaannya mengusung konsep kolaborasi antara Pemerintah Desa Pantirejo, masyarakat, pelaku usaha lokal, pemuda, dan kelompok pegiat seni.

Program CFD Pantirejo dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan ruang ekonomi yang dapat memberikan peluang bagi pelaku UMKM dan pedagang lokal untuk mengembangkan aktivitas usaha. Selain menjadi ruang rekreasi dan interaksi masyarakat, CFD dirancang sebagai wadah pemberdayaan ekonomi melalui penyediaan ruang usaha bagi masyarakat serta sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal.

Dalam pelaksanaannya, Tim KKN Undip Desa Pantirejo 2026 melakukan berbagai tahapan, mulai dari identifikasi potensi masyarakat, koordinasi dengan Pemerintah Desa Pantirejo, pemetaan pelaku usaha, hingga penyusunan konsep tata kelola pelaksanaan CFD. Salah satu fokus utama program adalah menciptakan sistem penataan pedagang yang lebih terorganisir agar kegiatan ekonomi dapat berjalan tertib dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.

Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa CFD Pantirejo berhasil menghimpun dan memfasilitasi lebih dari 140 pedagang lokal. Para pedagang ditata melalui sistem pembagian nomor lapak dan diberikan ID card sebagai upaya menciptakan tata kelola kegiatan yang lebih tertib dan terkoordinasi.

Selain pemberdayaan ekonomi, CFD Pantirejo juga menjadi ruang untuk memperkenalkan serta melestarikan budaya lokal. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional dengan melibatkan pegiat seni desa, seperti sintren, jaranan, dan pencak silat. Kehadiran pertunjukan tersebut tidak hanya meningkatkan daya tarik CFD, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku seni lokal untuk terus memperkenalkan dan mempertahankan budaya daerah.

Muhammad Naufal Faturohman selaku Ketua Pelaksana Program CFD menyampaikan bahwa keberhasilan CFD Pantirejo tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan, tetapi juga dari terbentuknya kolaborasi antaraktor dalam pengelolaan ruang publik desa.

“Melalui CFD ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang lokal serta menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya yang dimiliki Desa Pantirejo,” ungkap Muhammad Naufal Faturohman, mahasiswa pelaksana program.

Selama pelaksanaan program, CFD Pantirejo berhasil diselenggarakan sebanyak tiga kali sesuai dengan rencana kegiatan. Setiap pelaksanaan mampu menarik rata-rata sekitar 2.000 pengunjung. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa CFD memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agenda rutin desa yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN Undip menyusun dan menyerahkan dokumen policy brief mengenai tata kelola pelaksanaan CFD Pantirejo kepada Pemerintah Desa Pantirejo. Dokumen tersebut memuat rekomendasi kebijakan dan strategi pengembangan CFD sebagai ruang publik berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain itu, mahasiswa turut memfasilitasi forum koordinasi dan musyawarah antara pemerintah desa, pemuda, pedagang, serta masyarakat untuk membahas aspek keamanan, pengelolaan pedagang, dan mekanisme koordinasi dalam penyelenggaraan CFD ke depan. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan setelah program KKN selesai.

Melalui kegiatan ini, Tim KKN Undip Desa Pantirejo 2026 berharap CFD Pantirejo dapat terus dikembangkan sebagai ruang publik desa yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, memperkuat interaksi sosial, serta menjadi wadah pelestarian budaya lokal. Keberlanjutan program diharapkan dapat didukung melalui komitmen bersama antara pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pihak terkait agar CFD dapat dikelola secara mandiri, tertib, dan berkelanjutan.