Malang – Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat Bahari (PKM-B) Kelompok 27 Universitas Brawijaya meresmikan peta potensi Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, pada Jumat (14/8/2026). Program ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengemas berbagai potensi yang dimiliki desa agar dapat dikembangkan tanpa menghilangkan karakter lokal.

Pemetaan tersebut menghadirkan informasi spasial desa yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan pembangunan sekaligus memperkenalkan potensi lokal Desa Sukowilangun. Informasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi dan pembangunan desa.

Desa Sukowilangun memiliki berbagai fasilitas dan potensi yang dapat dikembangkan, baik di bidang perikanan, wisata, UMKM, maupun sumber daya alam dan sosial masyarakat. Namun, informasi mengenai lokasi dan persebaran potensi tersebut belum terdokumentasi dalam satu media informasi. Kehadiran peta diharapkan dapat membantu pemerintah desa melihat persebaran potensi secara lebih jelas.

Proses pemetaan dilakukan mahasiswa PKM-B Kelompok 27 melalui survei lapangan untuk mengumpulkan titik-titik potensi dan fasilitas desa. Data yang diperoleh kemudian diolah oleh Ziyad Nasyid menggunakan ArcGIS (Geographic Information System). Mahasiswa juga memasukkan foto hasil survei lapangan ke dalam peta agar lokasi potensi desa dapat dikenali dengan lebih jelas hingga menghasilkan peta yang siap dicetak.

Bagi Ziyad, proses pemetaan menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung potensi yang tersebar di Desa Sukowilangun sekaligus menerjemahkannya menjadi informasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa.

“Kami ingin peta ini bisa menjadi gambaran yang lebih jelas mengenai potensi yang dimiliki Desa Sukowilangun. Harapannya, data yang sudah dikumpulkan dapat membantu desa menentukan potensi mana yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Acara peresmian dan penyerahan peta secara simbolis dihadiri oleh perwakilan perangkat Desa Sukowilangun. Suyuti Ahmad selaku Kepala Seksi Pelayanan Desa Sukowilangun mengapresiasi kehadiran peta potensi tersebut karena dinilai dapat membantu membuka akses informasi mengenai potensi dan fasilitas umum desa.

“Saya senang peta dari adik-adik KKN sangat membantu membuat informasi mengenai desa lebih terbuka dan jelas. Sekarang warga maupun pendatang bisa tahu letak fasilitas umum dan potensi di desa,” ujar Ahmad.

Melalui program ini, mahasiswa PKM-B Kelompok 27 Universitas Brawijaya berharap peta potensi Desa Sukowilangun dapat dimanfaatkan sebagai media informasi sekaligus bahan pendukung perencanaan pembangunan. Data yang telah dihimpun juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa dalam menentukan potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.