Wonogiri, 12 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN Undip Reguler Tim II Desa Sukoharjo melaksanakan program pemberdayaan masyarakat yang mengangkat isu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pengelolaan sampah berkelanjutan di Balai Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan, kebersihan lingkungan, serta pengelolaan sampah melalui edukasi dan praktik sederhana.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas perangkat desa, kepala dusun, ketua RW, anggota karang taruna, serta kader-kader masyarakat. Kepala Desa Sukoharjo, Sunarto, dan Kasi Kesejahteraan Desa Sukoharjo, Unik Wulandari, turut hadir dan terlibat dalam kegiatan yang berlangsung secara interaktif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman peserta mengenai persoalan sampah dan pola hidup bersih dan sehat. Selanjutnya, materi mengenai gizi dan PHBS disampaikan oleh Diva Khoiru Rizka dari Program Studi Gizi. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami pentingnya memperhatikan kandungan gizi makanan dan minuman serta membiasakan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3. Video tersebut dibuat oleh Rafi Saputra dan Arya Fahrezi dengan melibatkan salah satu perangkat Desa Sukoharjo. Melalui media visual tersebut, masyarakat diajak untuk lebih memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah sesuai dengan jenisnya.
Materi mengenai pentingnya pemilahan sampah selanjutnya disampaikan oleh Najwa Novbhita dari Program Studi Psikologi. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada pendekatan pembentukan kebiasaan melalui pemberian apresiasi atau reward sebagai salah satu cara untuk mendorong masyarakat agar mulai terbiasa melakukan pemilahan sampah.

Deffis Restu kemudian menyampaikan materi mengenai pembuatan kompos dan monitoring proses pengomposan. Peserta memperoleh penjelasan mengenai tahapan pengolahan sampah organik hingga menjadi kompos yang siap digunakan. Selain penyampaian materi, peserta juga diperlihatkan hasil kompos sebagai gambaran nyata dari proses yang telah dijelaskan.
Materi berikutnya mengenai eco-enzyme disampaikan oleh Nindia Karina. Peserta dikenalkan pada pemanfaatan sisa bahan organik untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan dalam kebutuhan rumah tangga. Edukasi ini menjadi salah satu alternatif pemanfaatan kembali limbah organik agar tidak seluruhnya berakhir sebagai sampah.
Rangkaian kegiatan juga mencakup materi SOP Pengelolaan Sampah yang disampaikan oleh Grace Riniwati dari Program Studi Administrasi Publik. Materi tersebut membahas tata kelola dan kepengurusan pengelolaan sampah, termasuk rencana pengelolaan yang dapat melibatkan BUMDes.
Selanjutnya, Calvina Tiara dari Program Studi Hukum menyampaikan materi mengenai kesadaran hukum dalam pengelolaan sampah. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta ketentuan hukum terkait pengelolaan sampah dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Materi mengenai anggaran dan pencatatan kemudian disampaikan oleh Nasywa Athaya. Peserta diajak memahami pentingnya pencatatan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah agar program dapat direncanakan dan dijalankan secara berkelanjutan.
Sebagai penutup, mahasiswa KKN melakukan demonstrasi pembuatan tempat sampah dari galon air bekas. Tim KKN telah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan serta mengajak peserta untuk ikut membuat tempat sampah secara langsung. Praktik tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kembali barang bekas menjadi fasilitas yang dapat digunakan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, warga Desa Sukoharjo memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai penerapan PHBS serta pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, memilah sampah, memanfaatkan limbah organik, dan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, perubahan positif bagi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat dapat mulai dibangun. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mendukung terwujudnya Desa Sukoharjo yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.







