Sukoharjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja “Redesain Lapangan Desa Triyagan Ramah Lansia” sebagai salah satu upaya mendukung penguatan Program Kecamatan Berdaya. Program ini berangkat dari potensi Lapangan Desa Triyagan yang telah menjadi salah satu ruang publik bagi masyarakat untuk beraktivitas dan berinteraksi, khususnya bagi kelompok lansia.

Lapangan dan taman desa selama ini dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas, seperti duduk dan berbincang, berjalan santai, serta kegiatan sosial ringan. Keberadaan ruang yang telah familiar dan mudah diakses masyarakat tersebut menjadi modal yang dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi berbagai kelompok usia.

Namun, berdasarkan pengamatan terhadap kondisi eksisting, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan agar lapangan dapat lebih mendukung aktivitas lansia. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan desain yang memperhatikan aspek aksesibilitas, keamanan, kenyamanan, serta fasilitas penunjang aktivitas ringan dan interaksi sosial.

Melalui program ini, mahasiswa KKN melakukan proses redesain dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna, khususnya lansia. Proses diawali dengan observasi kondisi eksisting Lapangan Desa Triyagan yang mencakup aspek aksesibilitas, pola sirkulasi, fasilitas, vegetasi, serta tingkat kenyamanan ruang bagi pengguna.

Selanjutnya, mahasiswa melakukan analisis pengguna untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan ruang publik dan kondisi pemanfaatan lapangan oleh masyarakat. Hasil observasi dan diskusi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menganalisis kebutuhan pengguna dengan menerapkan prinsip desain inklusif dan ramah lansia.

Berdasarkan hasil analisis, mahasiswa menyusun konsep redesain yang dituangkan dalam bentuk site plan dan visualisasi tiga dimensi. Rekomendasi desain mencakup peningkatan jalur pedestrian, penyediaan bangku sebagai area istirahat, penambahan vegetasi peneduh, penyediaan area untuk olahraga ringan, serta fasilitas pendukung lainnya.

Konsep tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang publik yang tidak hanya ramah bagi lansia, tetapi juga dapat digunakan secara nyaman oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia. Laporan dan poster hasil redesain kemudian dipaparkan dan diserahkan kepada Kepala Desa Triyagan sebagai bahan masukan untuk pengembangan ruang publik desa.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berupaya memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif sekaligus mendukung pemberdayaan lansia di Desa Triyagan. Hasil redesain diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pembangunan maupun peningkatan sarana dan prasarana Lapangan Desa Triyagan.

Dengan demikian, ruang publik yang telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat diharapkan dapat berkembang menjadi ruang yang lebih aman, nyaman, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.