Runtut.com

Mahasiswa KKN Undip Gelar Kelas Sahabat Keluarga di Desa Klumprit, Edukasi Perlindungan Anak dan Pengasuhan Positif

KKN Tim II Undip edukasi keluarga di Sragen tentang perlindungan anak, pengasuhan positif, komunikasi sehat, dan nilai empati untuk wujudkan keluarga ramah anak

2 menit baca
14
Mahasiswa KKN Undip Gelar Kelas Sahabat Keluarga di Desa Klumprit, Edukasi Perlindungan Anak dan Pengasuhan Positif
Pemaparan materi — Dok. KKN-R Tim II Undip

Sragen – KKN Tim II Universitas Diponegoro menggelar “Kelas Sahabat Keluarga: Edukasi Perlindungan Anak dan Penguatan Pengasuhan Positif dalam Mewujudkan Keluarga Ramah Anak” sebagai upaya meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya perlindungan anak, pengasuhan positif, serta komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak. Kegiatan ini mengusung pendekatan multidisiplin melalui perspektif Hukum, Sastra Indonesia, Psikologi, dan Bahasa Asing Terapan agar peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai upaya menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

Materi disampaikan oleh empat mahasiswa dari disiplin ilmu yang berbeda, yaitu Amira Kameela dari Program Studi Hukum, Fathya Izzatunisa dari Program Studi Sastra Indonesia, Luthfia Ammara dari Program Studi Psikologi, dan Raisa Rafa dari Program Studi Bahasa Asing Terapan.

Melalui perspektif Hukum, Amira Kameela menjelaskan hak-hak anak berdasarkan peraturan perundang-undangan, berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, serta pentingnya perlindungan hukum dalam keluarga. Peserta juga diperkenalkan dengan mekanisme pelaporan dan layanan perlindungan anak yang dapat digunakan ketika terjadi kekerasan terhadap anak.

Dari perspektif Sastra Indonesia, Fathya Izzatunisa membahas bahaya kekerasan terhadap anak dalam lingkungan keluarga melalui media sastra. Pendekatan ini digunakan untuk membantu peserta memahami persoalan kekerasan terhadap anak melalui cerita dan gambaran situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, dari perspektif Psikologi, Luthfia Ammara memberikan edukasi mengenai pengasuhan positif, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, serta pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak. Salah satu teknik komunikasi yang diperkenalkan adalah I-Message, yaitu cara menyampaikan perasaan dan kebutuhan tanpa menyalahkan atau menghakimi anak.

Selanjutnya, melalui perspektif Bahasa Asing Terapan, Raisa Rafa memperkenalkan konsep budaya Jepang omoiyari (思いやり) sebagai nilai yang menekankan empati, kepedulian, dan sikap saling menghargai dalam keluarga. Konsep omoiyari diperkenalkan sebagai nilai yang dapat diadaptasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya dalam penerapan pengasuhan positif.

Peserta diajak memahami bahwa kepedulian terhadap anak dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti mendengarkan ketika anak berbicara, memahami perasaan dan kebutuhannya, serta memberikan respons dengan penuh perhatian.

Untuk memperdalam pemahaman, kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga disertai contoh situasi dan pembahasan yang berkaitan dengan kehidupan keluarga sehari-hari. Peserta diajak mengenali bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, memahami pentingnya komunikasi positif, serta merefleksikan pola komunikasi dan pengasuhan yang diterapkan dalam hubungan antara orang tua dan anak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro berharap peserta tidak hanya memahami pentingnya perlindungan anak dan pengasuhan positif, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan komunikasi yang sehat, pemahaman terhadap hak anak, pencegahan kekerasan, serta penanaman nilai empati dan kepedulian diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam menciptakan keluarga yang aman, nyaman, saling menghargai, dan ramah terhadap anak.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 21 September 2026
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 21 September 2026