Garut — Sampah organik yang sering langsung dibuang ke tempat sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna. Hal tersebut dilakukan Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University di Desa Mulyajaya, Kabupaten Garut, melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk organik cair (POC) bagi para petani.

Dalam kegiatan tersebut, para petani tidak hanya memperoleh materi mengenai manfaat pupuk organik cair sebagai alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik langsung dalam pembuatan pupuk menggunakan teknologi sederhana.

Penyuluhan dan pembuatan pupuk organik cair dilaksanakan pada Minggu (2/7/2026) di kebun milik Ketua Kelompok Tani Hutan Mulya Mandiri. Dalam praktiknya, POC dibuat melalui proses fermentasi dengan menggunakan kotoran kambing dan sampah organik berupa sisa sayuran dan buah sebagai bahan baku utama. Proses fermentasi menggunakan ragi tape sebagai aktivator, serta gula merah dan tepung beras sebagai sumber nutrisi tambahan bagi mikroorganisme.

Fermentasi pupuk organik cair dilakukan menggunakan teknik water trap. Teknik ini memanfaatkan selang yang menghubungkan wadah fermentasi dengan galon bekas berisi air sebagai katup pengaman untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi tanpa memungkinkan udara dari luar masuk ke dalam wadah. Dengan metode tersebut, wadah fermentasi tidak perlu dibuka setiap hari hingga proses fermentasi selesai.

Penggunaan teknik water trap bertujuan menjaga kondisi fermentasi tetap anaerob sekaligus mencegah penumpukan tekanan gas di dalam wadah fermentasi. Proses fermentasi dilakukan selama 14–21 hari agar penguraian bahan organik berlangsung secara optimal.

Setelah proses fermentasi selesai, POC dapat diaplikasikan dengan perbandingan 1 liter POC dan 20 liter air. Larutan tersebut kemudian digunakan untuk menyiram tanaman secara rutin satu kali dalam seminggu. Penggunaan POC secara berkala diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara, memperbaiki kondisi tanah, serta mendukung kesuburan dan pertumbuhan tanaman.

Melalui kegiatan ini, para petani Desa Mulyajaya diharapkan mampu memproduksi pupuk organik cair secara mandiri sehingga dapat membantu mengurangi biaya produksi dan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik dan kotoran ternak menjadi produk yang bernilai guna sekaligus mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.