Runtut.com

Olah Sampah Jadi Berkah: Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Bermanfaat

KKNT IPB University melatih petani Desa Mulyajaya, Garut, membuat pupuk organik cair dari sampah organik dan kotoran kambing dengan teknik fermentasi sederhana.

2 menit baca
10
Olah Sampah Jadi Berkah: Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Bermanfaat
Pemaparan pembuata POC — Dok. GARUTKAB14 KKNT IPB University

Garut — Sampah organik yang sering langsung dibuang ke tempat sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna. Hal tersebut dilakukan Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University di Desa Mulyajaya, Kabupaten Garut, melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk organik cair (POC) bagi para petani.

Dalam kegiatan tersebut, para petani tidak hanya memperoleh materi mengenai manfaat pupuk organik cair sebagai alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik langsung dalam pembuatan pupuk menggunakan teknologi sederhana.

Penyuluhan dan pembuatan pupuk organik cair dilaksanakan pada Minggu (2/7/2026) di kebun milik Ketua Kelompok Tani Hutan Mulya Mandiri. Dalam praktiknya, POC dibuat melalui proses fermentasi dengan menggunakan kotoran kambing dan sampah organik berupa sisa sayuran dan buah sebagai bahan baku utama. Proses fermentasi menggunakan ragi tape sebagai aktivator, serta gula merah dan tepung beras sebagai sumber nutrisi tambahan bagi mikroorganisme.

Fermentasi pupuk organik cair dilakukan menggunakan teknik water trap. Teknik ini memanfaatkan selang yang menghubungkan wadah fermentasi dengan galon bekas berisi air sebagai katup pengaman untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi tanpa memungkinkan udara dari luar masuk ke dalam wadah. Dengan metode tersebut, wadah fermentasi tidak perlu dibuka setiap hari hingga proses fermentasi selesai.

Penggunaan teknik water trap bertujuan menjaga kondisi fermentasi tetap anaerob sekaligus mencegah penumpukan tekanan gas di dalam wadah fermentasi. Proses fermentasi dilakukan selama 14–21 hari agar penguraian bahan organik berlangsung secara optimal.

Setelah proses fermentasi selesai, POC dapat diaplikasikan dengan perbandingan 1 liter POC dan 20 liter air. Larutan tersebut kemudian digunakan untuk menyiram tanaman secara rutin satu kali dalam seminggu. Penggunaan POC secara berkala diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara, memperbaiki kondisi tanah, serta mendukung kesuburan dan pertumbuhan tanaman.

Melalui kegiatan ini, para petani Desa Mulyajaya diharapkan mampu memproduksi pupuk organik cair secara mandiri sehingga dapat membantu mengurangi biaya produksi dan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik dan kotoran ternak menjadi produk yang bernilai guna sekaligus mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 21 September 2026
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 21 September 2026