Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Diponegoro (Undip) yang mengabdi di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, menghadirkan inovasi berupa alat pengukur tinggi badan digital di Posyandu Waras IX. Inovasi tersebut dirancang untuk membantu kader Posyandu memperoleh data tinggi badan balita secara lebih mudah dan akurat.
Selama ini, penggunaan alat ukur manual masih menghadapi tantangan berupa ketidakakuratan pembacaan hasil pengukuran. Padahal, data tinggi badan menjadi salah satu informasi penting dalam pemantauan pertumbuhan dan status gizi anak. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN-R Undip untuk merancang dan membuat alat pengukur tinggi badan digital sebagai salah satu bentuk teknologi terapan yang dapat digunakan di Posyandu.
Proses pembuatan alat dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengadaan material dan komponen elektronik, perakitan, hingga pengujian dan kalibrasi. Pemilihan bahan dan komponen dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penggunaan alat di Posyandu.
Setelah proses perakitan selesai, mahasiswa melakukan pengujian dan evaluasi secara berulang untuk memastikan sensor dapat membaca tinggi badan dengan baik. Kalibrasi dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan hasil pengukuran dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan pemantauan pertumbuhan balita.







