Runtut.com

Belajar Budaya Jepang Lewat Lipatan Kertas, Siswa SD Kliwonan Antusias Membuat Origami Kupu-Kupu

Mahasiswa KKN Undip mengenalkan budaya Jepang melalui origami kupu-kupu kepada siswa SD Kliwonan 1 dan 3 untuk melatih kreativitas serta motorik halus.

2 menit baca
8
Belajar Budaya Jepang Lewat Lipatan Kertas, Siswa SD Kliwonan Antusias Membuat Origami Kupu-Kupu
Dokumentasi bersama siswa-siswi SD Kliwonan — Dok. KKN Tim II Undip

Sragen – Belajar budaya Jepang tidak selalu harus dilakukan melalui buku atau pembelajaran di dalam kelas. Hal tersebut dilakukan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro dengan mengajak siswa SD Kliwonan 1 dan SD Kliwonan 3, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, mengenal budaya Jepang melalui kegiatan membuat origami.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Adilla Nahwa Salsabil, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal origami sebagai salah satu bentuk seni melipat kertas dari Jepang sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus melalui praktik secara langsung.

Kegiatan diawali dengan pengenalan singkat mengenai origami. Setelah itu, siswa diperkenalkan dengan origami berbentuk kupu-kupu dan diajak mengikuti setiap tahapan pembuatannya. Mahasiswa memberikan contoh secara bertahap, kemudian siswa mempraktikkan setiap lipatan menggunakan kertas masing-masing.

Selama proses berlangsung, mahasiswa KKN turut mendampingi siswa yang mengalami kesulitan dalam mengikuti langkah-langkah pelipatan. Pendampingan dilakukan agar siswa dapat memahami setiap tahap sekaligus menyelesaikan origami secara mandiri. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan siswa yang antusias mencoba membuat bentuk kupu-kupu dari selembar kertas.

Pemilihan bentuk kupu-kupu juga memiliki makna yang diperkenalkan kepada siswa secara sederhana. Kupu-kupu dapat menggambarkan proses perubahan dan perkembangan dari ulat hingga menjadi kupu-kupu. Makna tersebut kemudian dikaitkan dengan kebebasan dan semangat untuk terus berkembang.

Selain mengenalkan budaya Jepang, kegiatan melipat origami juga menjadi sarana untuk melatih motorik halus siswa. Proses melipat, menekan, dan membentuk kertas membutuhkan koordinasi mata dan tangan, ketelitian, serta kesabaran. Siswa juga diberikan kesempatan untuk berkreasi dan mencoba menyelesaikan karya mereka sendiri.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti arahan yang diberikan dan tetap mencoba ketika menemukan kesulitan pada tahapan tertentu. Setelah selesai, siswa dapat melihat hasil karya berupa origami kupu-kupu yang dibuat melalui proses mereka sendiri.

Melalui kegiatan ini, pengenalan budaya Jepang dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Origami tidak hanya menjadi kegiatan membuat kerajinan tangan, tetapi juga menjadi media bagi siswa untuk belajar, melatih keterampilan motorik, serta mengembangkan kreativitas melalui pengalaman secara langsung.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 21 September 2026
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 21 September 2026