Sragen – Belajar budaya Jepang tidak selalu harus dilakukan melalui buku atau pembelajaran di dalam kelas. Hal tersebut dilakukan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro dengan mengajak siswa SD Kliwonan 1 dan SD Kliwonan 3, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, mengenal budaya Jepang melalui kegiatan membuat origami.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Adilla Nahwa Salsabil, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal origami sebagai salah satu bentuk seni melipat kertas dari Jepang sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus melalui praktik secara langsung.
Kegiatan diawali dengan pengenalan singkat mengenai origami. Setelah itu, siswa diperkenalkan dengan origami berbentuk kupu-kupu dan diajak mengikuti setiap tahapan pembuatannya. Mahasiswa memberikan contoh secara bertahap, kemudian siswa mempraktikkan setiap lipatan menggunakan kertas masing-masing.
Selama proses berlangsung, mahasiswa KKN turut mendampingi siswa yang mengalami kesulitan dalam mengikuti langkah-langkah pelipatan. Pendampingan dilakukan agar siswa dapat memahami setiap tahap sekaligus menyelesaikan origami secara mandiri. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan siswa yang antusias mencoba membuat bentuk kupu-kupu dari selembar kertas.
Pemilihan bentuk kupu-kupu juga memiliki makna yang diperkenalkan kepada siswa secara sederhana. Kupu-kupu dapat menggambarkan proses perubahan dan perkembangan dari ulat hingga menjadi kupu-kupu. Makna tersebut kemudian dikaitkan dengan kebebasan dan semangat untuk terus berkembang.
Selain mengenalkan budaya Jepang, kegiatan melipat origami juga menjadi sarana untuk melatih motorik halus siswa. Proses melipat, menekan, dan membentuk kertas membutuhkan koordinasi mata dan tangan, ketelitian, serta kesabaran. Siswa juga diberikan kesempatan untuk berkreasi dan mencoba menyelesaikan karya mereka sendiri.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti arahan yang diberikan dan tetap mencoba ketika menemukan kesulitan pada tahapan tertentu. Setelah selesai, siswa dapat melihat hasil karya berupa origami kupu-kupu yang dibuat melalui proses mereka sendiri.
Melalui kegiatan ini, pengenalan budaya Jepang dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Origami tidak hanya menjadi kegiatan membuat kerajinan tangan, tetapi juga menjadi media bagi siswa untuk belajar, melatih keterampilan motorik, serta mengembangkan kreativitas melalui pengalaman secara langsung.







