Sragen – Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan edukasi kepada siswa sekolah dasar di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pencegahan bullying dan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman serta ramah anak.
Kegiatan ini mengangkat tema penguatan karakter dan pencegahan konflik sebagai salah satu langkah untuk mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Mahasiswa memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai demokrasi, toleransi, kerja sama, serta sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penanaman nilai tersebut, siswa diajak memahami bahwa setiap perbedaan dapat diselesaikan dengan cara yang baik tanpa menggunakan kekerasan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperkenalkan cara menyelesaikan konflik secara damai melalui musyawarah dan komunikasi yang baik. Siswa diberikan pemahaman bahwa ketika terjadi perselisihan dengan teman, masalah dapat diselesaikan dengan berbicara secara baik, mendengarkan pendapat satu sama lain, serta mencari solusi yang dapat diterima bersama. Sikap saling menghormati dan tidak memaksakan kehendak menjadi bagian penting dalam materi yang disampaikan.
Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui cerita edukatif, permainan atau fun activity, simulasi atau role play, serta diskusi kelompok. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak mengenali berbagai contoh perilaku bullying, memahami perasaan teman yang menjadi korban, serta belajar menentukan sikap yang tepat ketika menghadapi konflik di lingkungan sekolah.
Mahasiswa juga menanamkan pentingnya empati, kepedulian, partisipasi, dan tanggung jawab dalam menciptakan hubungan pertemanan yang positif. Siswa diajak menjadi teman yang baik dengan tidak mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman, serta berani membantu dan melaporkan apabila melihat tindakan bullying.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Melalui permainan, simulasi, dan diskusi, siswa dapat mengikuti materi dengan lebih aktif sekaligus memahami bahwa tindakan sederhana seperti menghargai teman, bekerja sama, dan membantu teman yang mengalami kesulitan merupakan bagian dari upaya mencegah bullying.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap siswa dapat menerapkan nilai-nilai saling menghormati, toleransi, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari. Selain memahami pentingnya tidak melakukan bullying, siswa juga diharapkan mampu menyelesaikan konflik secara damai ketika menghadapi perselisihan dengan teman.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan harmonis. Dengan penguatan karakter dan pemahaman mengenai penyelesaian konflik sejak dini, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghargai perbedaan, peduli terhadap sesama, serta menciptakan lingkungan pertemanan yang bebas dari bullying.







