Demak – Ruang aman antikekerasan seksual merupakan lingkungan fisik maupun digital yang bebas dari ancaman pelecehan, intimidasi, serta segala bentuk kekerasan seksual. Salah satu upaya untuk mewujudkan ruang aman bagi anak adalah memberikan pengetahuan mengenai kekerasan seksual sejak dini. Hal tersebut dilakukan Kelompok 34 KKN Tematik UPGRIS melalui pembelajaran mengenai area privasi anak di TK Nusa Indah 2 dengan menggunakan media interaktif.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 tersebut mengusung tema “Tubuhku Milikku, Merawatnya Merupakan Kewajibanku”. Rangkaian kegiatan diawali dengan membersihkan lingkungan sekolah sebelum pembelajaran yang dipandu oleh Mujiasih selaku Kepala TK Nusa Indah 2 bersama Manal Safariyah, Vina Yuharvila, dan Adinda Faradila Safitri selaku guru.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gerak dan lagu di lapangan sekolah untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mengajak anak aktif bergerak. Setelah itu, kegiatan memasuki acara inti dengan mendengarkan dongeng antikekerasan seksual yang kemudian dilanjutkan dengan mengulas isi cerita.

Untuk memperkuat pemahaman anak, mahasiswa memperkenalkan anggota tubuh yang termasuk area privasi serta berbagai kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai kekerasan seksual melalui media interaktif “Pintu Lalu Lintas Area Privasiku”. Kegiatan tersebut dipandu oleh mahasiswa KKN, yaitu Sulistiawan, Noviyanti, dan Naya.

Seluruh rangkaian kegiatan disambut antusias oleh anak-anak. Hal tersebut terlihat dari partisipasi aktif mereka selama pembelajaran, terutama ketika mencoba media pembelajaran yang disediakan. Suasana belajar juga berlangsung ceria dengan keterlibatan anak dalam setiap kegiatan.

Kepala TK Nusa Indah 2, Mujiasih, memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sesuai dengan tema pembelajaran mengenai pengenalan area privasi anak dan cara menjaganya.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan baik yang juga sesuai dengan tema yang kita ambil di minggu ini, yaitu mengenai pengenalan area privasi anak serta cara merawatnya. Penggunaan media pembelajaran interaktif juga merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dengan cara yang menyenangkan. Hal tersebut bisa kami lihat dari antusias anak saat mencoba media yang diberikan oleh kakak-kakak Kelompok 34 KKN Tematik UPGRIS,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat mengenali area privasi tubuh masing-masing dan memahami cara menjaganya agar terhindar dari berbagai bentuk kekerasan seksual. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk peran mahasiswa, guru, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.