Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program “Infografis Potensi dan Profil Pertanian Desa Pengkok sebagai Media Informasi Publik” di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 dan 18 Agustus 2026 sebagai upaya membantu menyediakan informasi mengenai potensi pertanian Desa Pengkok secara lebih terstruktur, informatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat maupun pihak yang berkepentingan.
Desa Pengkok memiliki potensi pertanian yang menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan dan perekonomian masyarakat. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh media informasi yang secara khusus merangkum kondisi, potensi, sumber daya, dan peluang sektor pertanian dalam satu media yang mudah diakses dan dipahami. Informasi yang masih tersebar menyebabkan gambaran mengenai potensi pertanian desa belum tersampaikan secara optimal kepada masyarakat maupun pihak luar yang berpotensi menjalin kerja sama dalam pengembangan sektor pertanian.
Kebutuhan terhadap penyediaan informasi tersebut juga sejalan dengan perkembangan kebijakan mengenai pengelolaan informasi desa. Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pedoman Sistem Informasi Desa menjadi salah satu acuan dalam pengembangan Sistem Informasi Desa untuk mendukung sistem informasi yang terintegrasi dan pengambilan kebijakan berbasis data di tingkat desa. Peraturan tersebut berlaku sejak 4 Desember 2025.
Meskipun peraturan tersebut tidak secara khusus mewajibkan setiap desa membuat infografis potensi, penyusunan infografis dapat menjadi salah satu bentuk media visual yang membantu menyajikan dan menyebarluaskan informasi potensi desa secara ringkas, komunikatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN melakukan observasi, dokumentasi, serta wawancara dengan Bapak Suhadi selaku Wakil Ketua BPD Desa Pengkok sekaligus warga yang aktif dalam bidang pertanian. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi, potensi, komoditas, sumber daya, kelembagaan, infrastruktur, serta peluang pengembangan sektor pertanian Desa Pengkok.
Data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan infografis diperoleh dari hasil wawancara tersebut dan menjadi data awal mengenai kondisi pertanian Desa Pengkok. Berdasarkan keterangan Bapak Suhadi, Desa Pengkok memiliki sekitar 335 hektare lahan pertanian produktif, dengan komoditas utama berupa tanaman pangan, khususnya padi, serta perkebunan tebu sekitar 5 hektare. Informasi tersebut kemudian diolah dan divisualisasikan oleh mahasiswa KKN sebagai bagian dari materi Infografis Potensi dan Profil Pertanian Desa Pengkok.
Selain menggali informasi, mahasiswa juga memberikan edukasi dan sosialisasi singkat kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan informasi mengenai potensi pertanian desa. Penyampaian dilakukan secara sederhana dan interaktif agar masyarakat memahami bahwa potensi pertanian yang dimiliki Desa Pengkok tidak hanya perlu dikembangkan, tetapi juga perlu dikenalkan melalui media informasi yang mudah dipahami dan dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Sebagai bentuk solusi atas kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN kemudian menyusun Infografis Potensi dan Profil Pertanian Desa Pengkok. Informasi yang telah dihimpun melalui wawancara dan dikonfirmasi kepada narasumber kemudian disajikan dalam bentuk visual yang ringkas dan komunikatif. Infografis memuat informasi mengenai profil dan kondisi pertanian, luas lahan, komoditas, potensi ekonomi dan produktivitas, infrastruktur serta pengairan sawah, kelembagaan kelompok tani, dan akses pupuk bersubsidi.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Bapak Suhadi dalam wawancara, sektor pertanian Desa Pengkok memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Informasi yang dihimpun menunjukkan estimasi pendapatan sekitar Rp45 juta per hektare per musim tanam serta nilai ekonomi sekitar Rp14,57 miliar per panen. Aktivitas pertanian juga dapat berlangsung hingga tiga kali musim panen dalam satu perputaran ekonomi lokal. Angka-angka tersebut merupakan informasi awal hasil wawancara yang digunakan sebagai bahan penyusunan infografis, sehingga masih dapat dikembangkan melalui pendataan dan verifikasi lebih lanjut.
Dari sisi infrastruktur, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bapak Suhadi, terdapat sekitar 50 unit sumur irigasi yang mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian. Sementara itu, dari sisi kelembagaan, terdapat 10 kelompok tani (Poktan) yang telah resmi terdaftar dan memiliki Surat Keputusan (SK). Informasi mengenai kelembagaan dan dukungan terhadap aktivitas pertanian tersebut turut dimasukkan ke dalam infografis sebagai gambaran kondisi pendukung sektor pertanian Desa Pengkok.
Informasi tersebut kemudian dirangkum dalam satu media visual agar dapat digunakan sebagai media informasi publik sekaligus sarana pengenalan potensi pertanian Desa Pengkok. Sasaran pemanfaatannya tidak hanya masyarakat desa, tetapi juga kelompok tani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), pelaku usaha pertanian, calon investor, dan mitra usaha yang membutuhkan informasi awal mengenai potensi sektor pertanian Desa Pengkok.
Dalam proses penyusunannya, mahasiswa menghadapi kendala berupa belum seluruh informasi pertanian tersedia dalam bentuk data tertulis yang terstruktur. Kondisi tersebut membuat mahasiswa perlu melakukan konfirmasi langsung kepada narasumber serta menyeleksi informasi yang relevan untuk dicantumkan. Keterbatasan ruang dalam media infografis juga membuat informasi perlu disajikan secara ringkas tanpa menghilangkan substansi utamanya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berhasil menghasilkan Infografis Potensi dan Profil Pertanian Desa Pengkok sebagai media informasi yang merangkum potensi sektor pertanian secara lebih terstruktur dan komunikatif. Kehadiran media ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali potensi pertanian di wilayahnya sekaligus mendukung Pemerintah Desa Pengkok dalam memperkenalkan potensi pertanian kepada pihak eksternal.
Ke depannya, file digital infografis dapat diserahkan kepada Pemerintah Desa Pengkok untuk dimanfaatkan sebagai media informasi publik dan diperbarui secara berkala sesuai dengan perkembangan kondisi pertanian desa. Data yang terdapat di dalamnya juga dapat dikembangkan melalui proses pendataan dan verifikasi yang lebih komprehensif sehingga dapat menjadi informasi awal dalam mendukung pengembangan potensi serta peluang kerja sama sektor pertanian Desa Pengkok.







