Sragen — Upaya memperoleh data yang lebih akurat mengenai Anak Tidak Sekolah (ATS) dilakukan mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui pendataan langsung di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Sosial Kemasyarakatan (SosMas) bertajuk “Gerakan Edukasi Berbasis Komunitas: Strategi Inklusif untuk Pengentasan Anak Tidak Sekolah” yang dilaksanakan di wilayah RT 15–20.
Pendataan lapangan berlangsung pada 30 Juli serta 1–2 Agustus 2026. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk mengumpulkan informasi mengenai ATS, tetapi juga mencocokkan data yang telah tersedia dengan kondisi masyarakat secara langsung. Langkah tersebut dilakukan agar informasi mengenai anak yang tidak sedang mengikuti pendidikan dapat diketahui secara lebih aktual dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa menggunakan data dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) sebagai rujukan awal. Dalam proses pengecekan, ditemukan sejumlah data yang perlu dikonfirmasi kembali karena belum sepenuhnya menggambarkan kondisi terkini. Mahasiswa kemudian melibatkan Ketua RT sebagai sumber informasi yang mengetahui situasi masyarakat di wilayahnya secara langsung.
Proses verifikasi juga menghadapi kendala administratif berupa perubahan nomor kontak beberapa Ketua RT. Nomor yang tercantum dalam data awal tidak seluruhnya masih dapat digunakan. Mahasiswa kemudian melakukan pendekatan langsung dengan mendatangi Ketua RT terkait serta meminta bantuan Ketua RT lainnya untuk memperoleh informasi kontak terbaru. Langkah tersebut memungkinkan proses koordinasi tetap berjalan meskipun terdapat keterbatasan pada data awal.
Kegiatan ini dikerjakan oleh empat mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang berbeda, yaitu Amelia Kusuma Suryandari dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Aurelia Cahyaningtyas dari Akuntansi, Arjon Riantino Timoteus Silaban dari Ilmu Pemerintahan, dan Gading Maulana Pardani dari Teknik Sipil. Keterlibatan mahasiswa lintas disiplin membantu pembagian tugas dalam proses pengumpulan, pengecekan, dan penyusunan informasi hasil pendataan.
Dari rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa berhasil menghimpun informasi mengenai kondisi ATS di wilayah RT 15–20 Desa Pengkok. Hasil verifikasi memberikan gambaran yang lebih dekat dengan kondisi masyarakat dibandingkan jika hanya mengandalkan data awal. Informasi yang terkumpul selanjutnya dapat menjadi bahan pendukung bagi pemerintah desa dalam mengidentifikasi serta menentukan kebutuhan tindak lanjut terkait anak yang tidak bersekolah.
Persoalan ATS memiliki keterkaitan erat dengan upaya mewujudkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan. Karena itu, kegiatan pendataan tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Ketersediaan data yang lebih valid menjadi salah satu fondasi penting untuk membantu mengidentifikasi kelompok yang membutuhkan perhatian dan intervensi pendidikan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP berupaya membantu Desa Pengkok memperoleh informasi lapangan mengenai ATS secara lebih terverifikasi. Hasil pendataan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai informasi awal dalam penyusunan langkah penanganan yang lebih terarah, sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah, dan berkelanjutan.







