Bojonegoro — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro Kelompok 50 melaksanakan kegiatan edukasi pemanfaatan limbah tutup botol menjadi gantungan kunci bersama siswa-siswi di Desa Kendung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi kreatif sekaligus upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif. Mahasiswa KKN mengajak siswa mengenal berbagai jenis sampah yang ada di sekitar mereka, khususnya sampah plastik berupa tutup botol. Siswa diberikan pemahaman bahwa limbah yang selama ini sering dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna dan kreativitas.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan cara sederhana mengolah tutup botol bekas menjadi gantungan kunci. Para siswa diajak mengikuti proses pembuatan secara langsung, mulai dari menyiapkan tutup botol hingga memberikan hiasan agar menghasilkan gantungan kunci yang menarik. Praktik ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan mereka.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti arahan mahasiswa KKN dan menunjukkan hasil karya gantungan kunci yang telah dibuat. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena siswa dapat mengubah barang bekas menjadi karya sederhana yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemanfaatan limbah tutup botol menjadi gantungan kunci diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Dengan membiasakan memilah dan memanfaatkan kembali barang bekas, siswa dapat ikut berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang dibuang ke lingkungan.
Selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih kreatif dalam melihat barang-barang yang sudah tidak terpakai. Tutup botol bekas yang sederhana dapat diubah menjadi kerajinan menarik apabila dikembangkan dengan ide dan kreativitas. Hal tersebut sekaligus memperkenalkan konsep penggunaan kembali dan daur ulang dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak.
Bagi mahasiswa KKN UNUGIRI Kelompok 50, kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Kendung, khususnya generasi muda. Mahasiswa berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan siswa di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Melalui edukasi dan praktik pembuatan gantungan kunci dari limbah tutup botol, KKN UNUGIRI Kelompok 50 berharap dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas siswa. Dari sebuah tutup botol bekas, lahir sebuah karya sederhana yang menunjukkan bahwa barang yang dianggap sebagai sampah masih dapat memiliki nilai ketika dikelola secara kreatif dan bijak.







