Runtut.com

KKN UNUGIRI Kelompok 50 Edukasi Pemanfaatan Limbah Tutup Botol Menjadi Gantungan Kunci

KKN UNUGIRI Kelompok 50 edukasi siswa Desa Kendung mengolah limbah tutup botol menjadi gantungan kunci untuk menumbuhkan kreativitas dan kepedulian lingkungan.

2 menit baca
9
KKN UNUGIRI Kelompok 50 Edukasi Pemanfaatan Limbah Tutup Botol Menjadi Gantungan Kunci
Dokumentasi bersama para siswa — Dok. KKN Unugiri Kelompok 50

Bojonegoro — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro Kelompok 50 melaksanakan kegiatan edukasi pemanfaatan limbah tutup botol menjadi gantungan kunci bersama siswa-siswi di Desa Kendung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi kreatif sekaligus upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif. Mahasiswa KKN mengajak siswa mengenal berbagai jenis sampah yang ada di sekitar mereka, khususnya sampah plastik berupa tutup botol. Siswa diberikan pemahaman bahwa limbah yang selama ini sering dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna dan kreativitas.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan cara sederhana mengolah tutup botol bekas menjadi gantungan kunci. Para siswa diajak mengikuti proses pembuatan secara langsung, mulai dari menyiapkan tutup botol hingga memberikan hiasan agar menghasilkan gantungan kunci yang menarik. Praktik ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan mereka.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti arahan mahasiswa KKN dan menunjukkan hasil karya gantungan kunci yang telah dibuat. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena siswa dapat mengubah barang bekas menjadi karya sederhana yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan limbah tutup botol menjadi gantungan kunci diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Dengan membiasakan memilah dan memanfaatkan kembali barang bekas, siswa dapat ikut berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang dibuang ke lingkungan.

Selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih kreatif dalam melihat barang-barang yang sudah tidak terpakai. Tutup botol bekas yang sederhana dapat diubah menjadi kerajinan menarik apabila dikembangkan dengan ide dan kreativitas. Hal tersebut sekaligus memperkenalkan konsep penggunaan kembali dan daur ulang dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak.

Bagi mahasiswa KKN UNUGIRI Kelompok 50, kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Kendung, khususnya generasi muda. Mahasiswa berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan siswa di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Melalui edukasi dan praktik pembuatan gantungan kunci dari limbah tutup botol, KKN UNUGIRI Kelompok 50 berharap dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas siswa. Dari sebuah tutup botol bekas, lahir sebuah karya sederhana yang menunjukkan bahwa barang yang dianggap sebagai sampah masih dapat memiliki nilai ketika dikelola secara kreatif dan bijak.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 21 September 2026
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 21 September 2026