Boyolali — Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pelemrejo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, turut berkontribusi dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan limbah rumah tangga. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui program kerja multidisiplin dengan tema “Optimalisasi Potensi Masyarakat melalui Pengembangan Kecerdasan di Desa Pelemrejo”.
Salah satu program yang dilaksanakan Benedict Sinaga, mahasiswa Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Mesin, Universitas Diponegoro (Undip), adalah “Pembuatan Prototipe Komposter Disertai Edukasi Pengelolaan Limbah Organik sebagai Upaya Mengurangi Penumpukan Limbah Pertanian di Desa Pelemrejo”. Kegiatan ini dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK di rumah Ketua RT 05 Desa Pelemrejo. Program tersebut bertujuan memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan limbah organik sekaligus mengenalkan cara sederhana memanfaatkan limbah rumah tangga agar dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyiapkan prototipe komposter dari galon bekas sebagai media pengolahan limbah organik. Pemanfaatan galon bekas dipilih sebagai bentuk penggunaan kembali barang yang sudah tidak terpakai agar memiliki fungsi baru. Komposter tersebut dapat digunakan untuk mengolah limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan bahan organik lainnya.
Selain prototipe, mahasiswa juga menyiapkan buku panduan yang berisi tahapan pembuatan dan penggunaan komposter. Buku panduan tersebut digunakan sebagai media pendukung agar peserta dapat memahami proses pengolahan limbah dengan lebih mudah dan menggunakannya kembali secara mandiri.
Pada Kamis (9/7/2026), kegiatan edukasi dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK di rumah Ketua RT 05 Desa Pelemrejo. Dalam kegiatan tersebut, Benedict Sinaga memberikan penjelasan mengenai cara membuat dan menggunakan komposter berbahan dasar galon bekas dengan mengacu pada buku panduan yang telah disiapkan. Penjelasan meliputi bahan yang diperlukan, tahapan pembuatan komposter, serta cara penggunaannya. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah limbah organik agar dapat dimanfaatkan dan tidak langsung dibuang atau dibakar.
Penggunaan komposter diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi penumpukan limbah organik rumah tangga sekaligus memberikan manfaat bagi tanaman. Limbah organik yang diolah melalui komposter dapat menghasilkan pupuk organik cair (POC) yang dapat dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman.

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Pelemrejo diharapkan dapat menerapkan pengelolaan limbah organik secara lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan galon bekas sebagai komposter menjadi salah satu alternatif sederhana dengan bahan yang mudah diperoleh. Selain mengurangi penumpukan limbah, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan melalui pengelolaan limbah yang lebih baik dan berkelanjutan.







