Runtut.com

Pemanfaatan Galon Bekas sebagai Komposter untuk Mengolah Limbah Organik Rumah Tangga di Desa Pelemrejo

Mahasiswa KKN UNDIP mengenalkan prototipe komposter dari galon bekas kepada Ibu PKK Desa Pelemrejo untuk mengolah limbah organik menjadi POC.

2 menit baca
3
Pemanfaatan Galon Bekas sebagai Komposter untuk Mengolah Limbah Organik Rumah Tangga di Desa Pelemrejo
Demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah sayuran rumah tangga — KKN-R Tim II Universitas Diponegoro 2026

Boyolali — Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pelemrejo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, turut berkontribusi dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan limbah rumah tangga. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui program kerja multidisiplin dengan tema “Optimalisasi Potensi Masyarakat melalui Pengembangan Kecerdasan di Desa Pelemrejo”.

Salah satu program yang dilaksanakan Benedict Sinaga, mahasiswa Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Mesin, Universitas Diponegoro (Undip), adalah “Pembuatan Prototipe Komposter Disertai Edukasi Pengelolaan Limbah Organik sebagai Upaya Mengurangi Penumpukan Limbah Pertanian di Desa Pelemrejo”. Kegiatan ini dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK di rumah Ketua RT 05 Desa Pelemrejo. Program tersebut bertujuan memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan limbah organik sekaligus mengenalkan cara sederhana memanfaatkan limbah rumah tangga agar dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyiapkan prototipe komposter dari galon bekas sebagai media pengolahan limbah organik. Pemanfaatan galon bekas dipilih sebagai bentuk penggunaan kembali barang yang sudah tidak terpakai agar memiliki fungsi baru. Komposter tersebut dapat digunakan untuk mengolah limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan bahan organik lainnya.

Selain prototipe, mahasiswa juga menyiapkan buku panduan yang berisi tahapan pembuatan dan penggunaan komposter. Buku panduan tersebut digunakan sebagai media pendukung agar peserta dapat memahami proses pengolahan limbah dengan lebih mudah dan menggunakannya kembali secara mandiri.

Pada Kamis (9/7/2026), kegiatan edukasi dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK di rumah Ketua RT 05 Desa Pelemrejo. Dalam kegiatan tersebut, Benedict Sinaga memberikan penjelasan mengenai cara membuat dan menggunakan komposter berbahan dasar galon bekas dengan mengacu pada buku panduan yang telah disiapkan. Penjelasan meliputi bahan yang diperlukan, tahapan pembuatan komposter, serta cara penggunaannya. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah limbah organik agar dapat dimanfaatkan dan tidak langsung dibuang atau dibakar.

Penggunaan komposter diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi penumpukan limbah organik rumah tangga sekaligus memberikan manfaat bagi tanaman. Limbah organik yang diolah melalui komposter dapat menghasilkan pupuk organik cair (POC) yang dapat dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman.

Dokumentasi bersama
Dokumentasi bersama — KKN-R Tim II Universitas Diponegoro 2026

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Pelemrejo diharapkan dapat menerapkan pengelolaan limbah organik secara lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan galon bekas sebagai komposter menjadi salah satu alternatif sederhana dengan bahan yang mudah diperoleh. Selain mengurangi penumpukan limbah, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan melalui pengelolaan limbah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 21 September 2026
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 21 September 2026