Boyolali – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II melaksanakan kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah sayuran rumah tangga bersama ibu-ibu PKK di Desa Pelemrejo, Kabupaten Boyolali, pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengenalkan pemanfaatan limbah organik rumah tangga sekaligus mendorong pengelolaan limbah yang lebih bermanfaat bagi lingkungan.
Limbah sayuran dari aktivitas memasak sehari-hari sering kali berakhir sebagai sampah yang langsung dibuang atau dibakar. Padahal, limbah tersebut masih dapat dimanfaatkan melalui proses pengolahan sederhana. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip Tim II memperkenalkan komposter sebagai salah satu media pengolahan limbah organik untuk menghasilkan pupuk organik cair. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif sederhana bagi masyarakat dalam mengurangi limbah organik rumah tangga.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pemanfaatan limbah sayuran dan tahapan pembuatan POC menggunakan komposter. Setelah penyampaian materi, mahasiswa melakukan demonstrasi secara langsung agar peserta dapat melihat dan memahami setiap tahapan pembuatan, mulai dari persiapan dan pencampuran bahan hingga memasukkannya ke dalam komposter. Dengan adanya demonstrasi, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori, tetapi juga dapat melihat secara langsung proses pengolahan limbah sayuran menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali.
Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu PKK mengikuti setiap tahapan yang diperagakan dan berinteraksi melalui diskusi. Beberapa peserta masih memerlukan penjelasan lebih lanjut, khususnya mengenai takaran bahan, proses fermentasi, serta penggunaan POC setelah proses penguraian. Mahasiswa kemudian memberikan penjelasan tambahan agar peserta dapat memahami tahapan pengolahan secara lebih menyeluruh.
Komposter yang digunakan dalam kegiatan selanjutnya dimanfaatkan untuk melanjutkan proses pengolahan limbah sayuran. Bahan yang telah dimasukkan ke dalam komposter akan melalui proses fermentasi hingga menghasilkan POC yang siap digunakan. Setelah proses tersebut selesai, POC dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pupuk untuk tanaman di lingkungan sekitar. Dengan demikian, komposter tidak hanya menjadi media demonstrasi selama kegiatan, tetapi juga dapat digunakan untuk melanjutkan pengolahan limbah organik setelah kegiatan penyuluhan selesai.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip Tim II berupaya memberikan pengetahuan dan keterampilan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan limbah sayuran menjadi pupuk organik cair menjadi salah satu langkah untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Materi dan tahapan yang telah disampaikan melalui penyuluhan dan demonstrasi diharapkan dapat menjadi acuan bagi ibu-ibu PKK dalam mengolah limbah organik secara mandiri di kemudian hari.







