Runtut.com

Berapa Lama Sampahmu Terurai? Mahasiswa KKN-R Tim II Undip Hadirkan Papan Edukasi di Desa Pelemrejo

Mahasiswa KKN UNDIP edukasi perangkat Desa Pelemrejo tentang waktu penguraian sampah melalui papan informasi visual untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.

2 menit baca
11
Berapa Lama Sampahmu Terurai? Mahasiswa KKN-R Tim II Undip Hadirkan Papan Edukasi di Desa Pelemrejo

Boyolali, 14 Agustus 2026 — Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro (Undip) mengenalkan waktu penguraian berbagai jenis sampah melalui program “Edukasi Waktu Penguraian Sampah melalui Media Komunikasi Visual” di Balai Desa Pelemrejo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, pada Jumat (14/8/2026). Program yang dilaksanakan oleh Nuraini Maulidya tersebut menyasar perangkat Desa Pelemrejo sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah.

Kegiatan dilakukan melalui penyampaian edukasi yang didukung dengan papan informasi mengenai waktu penguraian sampah. Papan tersebut memuat informasi mengenai beberapa jenis sampah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari beserta perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk terurai.

Informasi yang ditampilkan cukup beragam. Botol plastik membutuhkan waktu hingga 450 tahun untuk terurai, sedangkan kaleng sekitar 200 tahun dan kemasan makanan ringan atau chiki sekitar 100 tahun. Sementara itu, styrofoam dicantumkan sebagai salah satu jenis sampah yang tidak mudah terurai secara alami.

Informasi mengenai waktu penguraian tersebut kemudian dijelaskan kepada perangkat desa sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah. Lamanya waktu penguraian menjadi salah satu hal yang dibahas untuk menunjukkan bahwa sampah yang dibuang tidak serta-merta hilang dari lingkungan. Beberapa jenis sampah bahkan dapat bertahan dalam waktu yang sangat panjang.

Untuk memudahkan penyampaian informasi, data mengenai waktu penguraian berbagai jenis sampah dituangkan dalam bentuk papan informasi. Penyajiannya dibuat sederhana agar mudah dibaca dan dipahami. Media visual tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang tidak hanya digunakan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat dilihat kembali oleh masyarakat di lingkungan desa.

Dokumentasi bersama
Dokumentasi bersama — KKN-R Tim II UNDIP 2026

Dalam penyampaiannya, perangkat desa diajak melihat isi papan dan membahas informasi yang tercantum di dalamnya. Penjelasan dilakukan secara langsung sehingga perangkat desa dapat memahami tujuan pembuatan papan sekaligus memperoleh informasi yang nantinya dapat disampaikan kepada masyarakat.

Perangkat Desa Pelemrejo memberikan respons positif terhadap papan informasi yang diperkenalkan. Setelah penjelasan disampaikan, perangkat desa turut mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai waktu penguraian beberapa jenis sampah serta pemanfaatan papan sebagai media edukasi bagi masyarakat.

Papan informasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi masyarakat dalam memahami persoalan sampah. Informasi yang disajikan secara sederhana diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui bahwa setiap jenis sampah memiliki waktu penguraian yang berbeda sehingga mendorong kesadaran untuk mengelola dan membuang sampah secara lebih bertanggung jawab.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 21 September 2026
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 21 September 2026