Boyolali, 14 Agustus 2026 — Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro (Undip) mengenalkan waktu penguraian berbagai jenis sampah melalui program “Edukasi Waktu Penguraian Sampah melalui Media Komunikasi Visual” di Balai Desa Pelemrejo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, pada Jumat (14/8/2026). Program yang dilaksanakan oleh Nuraini Maulidya tersebut menyasar perangkat Desa Pelemrejo sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah.
Kegiatan dilakukan melalui penyampaian edukasi yang didukung dengan papan informasi mengenai waktu penguraian sampah. Papan tersebut memuat informasi mengenai beberapa jenis sampah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari beserta perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk terurai.
Informasi yang ditampilkan cukup beragam. Botol plastik membutuhkan waktu hingga 450 tahun untuk terurai, sedangkan kaleng sekitar 200 tahun dan kemasan makanan ringan atau chiki sekitar 100 tahun. Sementara itu, styrofoam dicantumkan sebagai salah satu jenis sampah yang tidak mudah terurai secara alami.
Informasi mengenai waktu penguraian tersebut kemudian dijelaskan kepada perangkat desa sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah. Lamanya waktu penguraian menjadi salah satu hal yang dibahas untuk menunjukkan bahwa sampah yang dibuang tidak serta-merta hilang dari lingkungan. Beberapa jenis sampah bahkan dapat bertahan dalam waktu yang sangat panjang.
Untuk memudahkan penyampaian informasi, data mengenai waktu penguraian berbagai jenis sampah dituangkan dalam bentuk papan informasi. Penyajiannya dibuat sederhana agar mudah dibaca dan dipahami. Media visual tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang tidak hanya digunakan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat dilihat kembali oleh masyarakat di lingkungan desa.

Dalam penyampaiannya, perangkat desa diajak melihat isi papan dan membahas informasi yang tercantum di dalamnya. Penjelasan dilakukan secara langsung sehingga perangkat desa dapat memahami tujuan pembuatan papan sekaligus memperoleh informasi yang nantinya dapat disampaikan kepada masyarakat.
Perangkat Desa Pelemrejo memberikan respons positif terhadap papan informasi yang diperkenalkan. Setelah penjelasan disampaikan, perangkat desa turut mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai waktu penguraian beberapa jenis sampah serta pemanfaatan papan sebagai media edukasi bagi masyarakat.
Papan informasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi masyarakat dalam memahami persoalan sampah. Informasi yang disajikan secara sederhana diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui bahwa setiap jenis sampah memiliki waktu penguraian yang berbeda sehingga mendorong kesadaran untuk mengelola dan membuang sampah secara lebih bertanggung jawab.







