Boyolali, 29 Juli 2026 – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan sejak dini melalui edukasi mengenai kebiasaan menabung dan perencanaan keuangan sederhana kepada siswa kelas V SDN Gejugan, Desa Pelemrejo. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Farah Arwa Fa’izah, mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan, ini bertujuan menumbuhkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menabung serta mengenalkan cara sederhana dalam mengatur penggunaan uang.
Program ini dilatarbelakangi oleh hasil interaksi informal dengan anak-anak di sekitar Desa Pelemrejo yang menunjukkan bahwa pemahaman mengenai pentingnya menabung masih perlu ditingkatkan. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, khususnya mengenai kebiasaan menyisihkan uang dan menentukan prioritas dalam penggunaannya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya menabung dan perencanaan keuangan sederhana dengan menggunakan bahasa serta contoh yang mudah dipahami siswa. Salah satu materi yang diberikan adalah cara mengatur uang saku dengan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung serta menentukan tujuan yang ingin dicapai melalui tabungan tersebut.
Agar kegiatan lebih interaktif, edukasi dilengkapi dengan permainan mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Siswa diajak mengidentifikasi berbagai contoh barang atau kegiatan dalam kehidupan sehari-hari dan menentukan apakah hal tersebut termasuk kebutuhan atau keinginan. Melalui permainan ini, siswa diperkenalkan pada pentingnya menentukan prioritas sebelum menggunakan uang.
Sebagai bentuk penerapan materi, mahasiswa juga membagikan celengan yang dilengkapi dengan target menabung kepada siswa. Siswa diarahkan untuk menentukan target yang ingin dicapai dan mulai menyisihkan uang secara bertahap. Pemberian celengan tersebut diharapkan dapat membantu siswa menerapkan kebiasaan menabung secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti pemaparan materi dan permainan interaktif dengan antusias. Melalui pendekatan edukatif dan praktik sederhana tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga mampu membedakan kebutuhan dan keinginan serta mulai membangun kebiasaan mengatur uang saku.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap edukasi literasi keuangan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan menabung sejak dini. Dengan memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan serta memiliki target tabungan, siswa diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan uang saku dan menerapkan kebiasaan tersebut secara berkelanjutan.
Penulis: Farah Arwa Fa’izah
Kontak Media/Humas Kelompok: [email protected]







