Runtut.com

KKN 39 UPNVJT Berkolaborasi dengan Sumber Wandhe Group Gelar Program Kerja Pelatihan Pengelolaan Kualitas Kopi di Desa Sumberjo

KKN UPN “Veteran” Jatim gelar pelatihan pengelolaan kualitas kopi di Desa Sumberjo, dari sortasi, fermentasi, cupping hingga standar specialty coffee.

4 menit baca
24
KKN 39 UPNVJT Berkolaborasi dengan Sumber Wandhe Group Gelar Program Kerja Pelatihan Pengelolaan Kualitas Kopi di Desa Sumberjo
Pemateri, Mas Karim, menyampaikan materi mengenai pengelolaan kualitas kopi kepada peserta dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan KKN 39 UPNVJT berkolaborasi dengan Sumber Wandhe Group — KKN 39 UPNVJT

Sumberjo - Jum’at, 31 Juli 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN “Veteran” Jawa Timur bekerja sama dengan Muhammad Shobari Kharim, atau biasa dipanggil Mas Karim, yang merupakan pemilik dari Sumber Wandhe Group sekaligus pegiat kopi yang mengembangkan Sumber Wandhe Coffee Lab dan Sumber Wandhe Coffee Estate. Selain menjalankan usaha di bidang kopi, beliau juga membuka kelas kopi sebagai wadah pembelajaran dan berbagi pengetahuan mengenai pengolahan serta peningkatan kualitas kopi. Dalam bidang profesional, beliau telah memperoleh sertifikasi dari Coffee Quality Institute (CQI) serta Specialty Coffee Association (SCA) melalui program Coffee Value Assessment (CVA). Pengalaman, kompetensi, dan kegiatan edukasi tersebut menjadi salah satu pencapaian beliau dalam mendukung peningkatan mutu kopi serta pengembangan pengetahuan masyarakat mengenai dunia kopi.yang membahas tuntas proses pascapanen kopi mulai dari sortasi ceri, pengolahan, cupping, hingga standar specialty coffe.

Kelompok KKN 39 UPNVJT menggelar program kerja kedua berupa pelatihan pengelolaan kualitas kopi bagi warga Desa Sumberjo berkolaborasi dengan Mas Karim sebagai pemateri. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program sebelumnya yang sasarannya para pelaku UMKM kopi setempat, mengingat kopi di Desa Sumberjo memiliki potensi komoditas yang cukup besar dari banyaknya hasil panen yang menjadikannya salah satu ciri khas Desa Sumberjo.

Acara dibuka secara resmi oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Desa, Bramana Ogya Shankara. Dalam sambutannya, Bramana menyampaikan bahwa kopi telah lama menjadi bagian dari kehidupan warga Sumberjo. Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan BPD, Pak Hariawan, selaku pendamping KKN di desa tersebut. Dalam sambutannya, Pak Hariawan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta dan berharap ilmu yang diberikan dalam pelatihan ini dapat benar-benar diterapkan, khususnya terkait cara mengolah kopi yang baik dan benar. Ia juga berharap program-program selanjutnya dapat berjalan lebih sukses. Sebelum masuk ke sesi inti, panitia lebih dulu melaksanakan pre-test kepada peserta untuk mengukur pemahaman awal mereka mengenai pengelolaan kopi.

Materi inti pelatihan disampaikan oleh Mas Karim, yang menjelaskan  untuk mencapai standar specialty coffe ada empat syarat yang harus dipenuhi: sortasi ceri yang tepat, pengolahan kopi yang benar, proses cupping, hingga akhirnya memenuhi kriteria specialty coffe itu sendiri. Jelasnya, proses tersebut diawali dengan memilih ceri yang benar-benar matang dan memisahkannya dari ceri yang belum matang, sebelum dicuci bersih dan dibilas sebanyak dua hingga tiga kali.

Tahap berikutnya adalah fermentasi, di mana bakteri asam laktat yang secara alami terdapat pada ceri kopi berperan mengurai kandungan buah sekaligus membentuk karakter rasa dan aroma yang lebih baik. Mas karim memaparkan bahwa hasil fermentasi dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yakni suhu, kelembapan, sirkulas udara, kualitas bahan baku, durasi, serta metode pengolahan yang digunakan. Proses fermentasi idealnya berlangsung sekitar 5 hari, meski di Sumberjo rata-rata membutuhkan waktu 11-15 hari, bahkan bisa mencapai 30 hari apabila menggunakan solar dryer.

Mas Karim juga membagikan tips penjemuran yang baik agar kopi tidak berjamur, yakni dengan tidak langsung menutup kopi pada hari pertama penjemuran, melainkan membiarkannya terjemur secara bertahap hingga sekitar empat hari. Setelah kering dan diselep, Mas karim mengingatkan bahwa hasilnya belum tentu semuanya berkualitas baik, sehingga biji kopi tetap perlu dipilah kembali antara yang bagus dan rusak sebelum masuk tahap roasting.

Pada tahap roasting, Mas Karim menjelaskan tiga tingkatan yang umum dikenal yaiu light, medium, dan dark, serta ciri khas suara kopi yang menyerupai bunyi popcorn saat mencapai titik matang tertentu. Ia juga menjelaskan Tingkat keekringan kopi yang ideal dapat dilihat dari cara biji terbelah saat digigit: jika terbelah menjadi dua berarti baik, namun ika terbelah menjadi empat artinya proses gagal.

Mas Karim juga membedakan dua metode fermentasi yang biasa digunakan, yaitu fermentasi kering, di mana kopi dicuci lalu ditiriskan sebelum dimasukkan ke dalam tong dan ditutup, serta fermentasi basah, di mana kopi dimasukkan ke dalam otng lalu diberi air sebelum ditutup. Ketika kopi benar-benar kering, aktivitas jamur maupun enzim di dalamnya akan berhenti dengan sendrinya.

Terkait kematangan buah, Mas Karim menjelaskan bhawa petani dapat mengenalinya lewat siklus kembang pohon kopi: jika kembang pertama muncul tepat saat musim kemarau, buah sisa langsung matang dengan baik, namun jika kembang pertama justru disusul hujan, maka proses pematangannya tidak bisa berlangsung optimal.   

Sebagai penutup, Mas Karim juga menyampaikan seputar potensi kopi di Sumberjo, termasuk klaim bahwa kopi Excelsa dari desa ini merupakan salah satu yang terbaik dan terbanyak di Kawasan Wonosalam pada tahun 2026. Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga batang utama pohon kopi agar tidak tertutup daun supaya mendapat sinar matahari langsung, serta membagikan standar minimal nilai cupping kopi yang layak disebut berkualitas, yaitu di angka 80.

Pelatihan dari Mas Karim ini diharapkan dapat membekali para pelaku UMKM kopi di Desa Sumberjo dengan pengetahuan teknis yang lebih mendalam, sehingga mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus daya saing kopi lokal di pasar yang lebih luas.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu