BOYOLALI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SDN Gejugan, Desa Pelemrejo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan dasar berpikir komputasional (computational thinking) dan pola berpikir sistematis kepada siswa sekolah dasar sejak dini.

Meskipun computational thinking telah masuk dalam kurikulum pendidikan, penerapannya di lapangan belum selalu diajarkan secara eksplisit dan terstruktur sebagai keterampilan berpikir tersendiri. Tenaga pengajar di tingkat sekolah dasar juga umumnya belum memperoleh pelatihan khusus maupun modul pendukung untuk mengajarkan tahapan berpikir komputasional.

Kondisi tersebut turut dijumpai di SDN Gejugan. Para siswa belum banyak dikenalkan dengan konsep berpikir terstruktur, seperti menyusun langkah-langkah atau instruksi untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Pengenalan keterampilan tersebut dinilai penting sebagai salah satu fondasi sebelum siswa mempelajari materi Informatika maupun Matematika yang lebih kompleks pada jenjang pendidikan berikutnya.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNDIP dalam menghadirkan pengayaan pembelajaran yang ringan dan interaktif. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendampingi siswa kelas VI SDN Gejugan untuk memahami konsep dasar berpikir komputasional melalui analogi dan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kami berinisiatif mengenalkan pola berpikir yang terstruktur dan sistematis kepada anak-anak sejak sekolah dasar. Kami ingin menghadirkan metode pengenalan yang menyenangkan dengan contoh dari kehidupan sehari-hari. Selain itu, kami menyediakan modul interaktif yang tidak hanya dapat dibaca siswa, tetapi juga dapat digunakan kembali oleh guru sebagai panduan pembelajaran lanjutan,” ujar Pramudya Jati, mahasiswa pelaksana program.

Penyampaian materi
Penyampaian materi — KKN UNDIP Tim-II Kec. Andong, Kab. Boyolali Kelompok 5)

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga mengikuti kuis dan latihan untuk menguji pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Pendekatan melalui cerita, contoh sehari-hari, dan aktivitas interaktif membuat siswa lebih aktif mengikuti proses pembelajaran.

“Kakak-kakaknya seru sewaktu menjelaskan materi dan kami selalu diajak bercerita,” ujar salah satu siswa kelas VI SDN Gejugan.

Modul Pembelajaran untuk Keberlanjutan

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa membagikan salinan modul edukasi kepada para siswa. Modul tersebut juga ditempatkan di rak buku yang merupakan karya Kelompok 5 KKN UNDIP sehingga dapat diakses oleh siswa lainnya.

Keberadaan modul diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan KKN berlangsung, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran tambahan yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan tenaga pendidik SDN Gejugan.

Melalui kegiatan ini, Tim KKN UNDIP berharap pengenalan berpikir komputasional dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir logis, terstruktur, dan sistematis. Program tersebut sekaligus diharapkan mendukung pihak sekolah dalam menyediakan media pembelajaran pengayaan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan di Desa Pelemrejo.

Penulis/Reporter: Pramudya Jati