SUKOHARJO – KKN Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, melaksanakan program pemberdayaan lansia melalui edukasi gizi dan pemetaan profil kesehatan. Program pemberdayaan lansia tersebut merupakan salah satu program kerja wajib yang menjadi bagian dari tema Kecamatan Berdaya.

Program disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok lansia yang aktif mengikuti berbagai kegiatan kesehatan, seperti senam rutin dan Posyandu Lansia. Keaktifan tersebut menjadi potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup dan konsumsi yang sesuai.

Program ini diinisiasi oleh Putri Yesika Destrianti dari Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran; Riski Setiawan dari Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Matematika; serta Rizka Junanda dari Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro.

Berdasarkan hasil identifikasi, penyampaian informasi mengenai gizi seimbang kepada lansia di Desa Triyagan masih dilakukan secara terbatas. Informasi umumnya disampaikan secara singkat dan lisan saat kegiatan Posyandu Lansia sehingga belum tersedia media yang dapat digunakan masyarakat untuk mengakses kembali informasi tersebut di rumah.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP menyusun “Leaflet Edukatif sebagai Media Literasi Gizi bagi Lansia” sebagai media informasi yang praktis dan mudah digunakan. Melalui leaflet tersebut, lansia diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai gizi dengan lebih mudah serta memiliki bahan yang dapat dibaca kembali setelah kegiatan Posyandu.

Selain menyediakan media edukasi, mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP juga melaksanakan program “Pemberdayaan Lansia melalui Edukasi Gizi Seimbang dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posyandu Lansia Desa Triyagan dengan melibatkan Bu Krisni selaku Bidan Desa Triyagan.

Edukasi diberikan sebagai upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia dalam menerapkan pola makan sehat. Upaya tersebut penting dilakukan karena pertambahan usia dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular yang salah satunya dapat dipengaruhi oleh pola konsumsi yang kurang sesuai.

Di sisi lain, tingginya jumlah penduduk lansia di Desa Triyagan serta dukungan pemerintah desa dan kader kesehatan terhadap kegiatan kesehatan masyarakat menjadi potensi dalam pengembangan program lansia. Namun, belum tersedianya data mengenai kondisi kesehatan, status gizi, dan pola hidup lansia menjadi salah satu kendala dalam menentukan kebutuhan program kesehatan secara lebih terarah.

Oleh karena itu, mahasiswa juga menyusun infografis “Pemetaan Profil Kesehatan dan Status Gizi Lansia Berbasis Data” sebagai upaya memperoleh gambaran mengenai kondisi lansia di Desa Triyagan. Data tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program kesehatan desa yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN-R Tim II UNDIP berupaya mendorong pemberdayaan lansia tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui peningkatan literasi dan penyediaan informasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Edukasi gizi, penyusunan leaflet, dan pemetaan profil kesehatan diharapkan dapat mendukung lansia dalam meningkatkan kesadaran terhadap pola hidup sehat. Di sisi lain, hasil kegiatan tersebut juga diharapkan membantu pemerintah desa dan kader kesehatan memperoleh dasar informasi dalam mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan lansia di Desa Triyagan.

Disusun oleh:
Rizka Junanda, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Putri Yesika Destriati, Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
Riski Setiawan, Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro