Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan Program Kerja Multidisiplin 2 bertajuk “Perancangan dan Pembuatan Bak Kompos sebagai Sarana Pengelolaan Limbah Jerami Padi dan Kotoran Ayam di Desa Pengkok” di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada 11 Agustus 2026.

Program kerja ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pengelolaan limbah organik yang berasal dari sektor pertanian dan peternakan di Desa Pengkok. Desa Pengkok memiliki potensi limbah berupa jerami padi hasil panen serta kotoran ayam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos. Namun, belum tersedianya sarana pengomposan yang memadai menyebabkan limbah tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada perancangan gambar bak kompos sebagai tahap awal sebelum dilakukan pembangunan sarana secara fisik. Kegiatan meliputi penyusunan desain, penentuan bentuk dan ukuran, serta penggambaran komponen bak kompos yang disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan limbah jerami padi dan kotoran ayam di Desa Pengkok.

Dalam prosesnya, mahasiswa melakukan koordinasi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pengkok sebagai pihak yang berkaitan dengan pengelolaan limbah pertanian dan peternakan. Koordinasi dilakukan untuk menyesuaikan rancangan dengan kebutuhan serta kondisi pengelolaan limbah di lapangan.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan limbah organik menjadi bahan baku kompos. Program ini juga sejalan dengan SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Tahap perancangan telah menghasilkan gambar rencana bak kompos yang dapat digunakan sebagai acuan dalam proses pembuatan sarana fisik selanjutnya. Pembuatan bak kompos secara langsung belum dapat dilakukan pada tahap ini karena kondisi fisik mahasiswa yang masih dalam masa pemulihan pascakecelakaan lalu lintas. Meskipun demikian, pelaksanaan koordinasi dengan pihak Gapoktan Desa Pengkok berjalan dengan baik tanpa kendala.

Hasil rancangan tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar dalam proses pembuatan bak kompos sehingga limbah jerami padi dan kotoran ayam dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku kompos. Melalui program ini, pengelolaan limbah organik di Desa Pengkok diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Penulis/Reporter: Gading Maulana Pardani
PJ Program Kerja: Gading Maulana Pardani
Kontak Media/Humas: @kkndesapengkok