Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro kelompok 2 IDBU 52 Mijen melaksanakan program revitalisasi dan analisis kualitas air Sendang Kemantren di RW 07, Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Program tersebut merupakan bagian dari program kerja Multidisiplin 1 yang dilaksanakan oleh Marisa Jala Kusumawati dari Program Studi Oseanografi dan Jagad Pangestu dari Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro.

Hasil kegiatan tersebut kemudian disusun menjadi jurnal ilmiah berjudul “Analisis Perubahan Kualitas Air Sendang Kemantren RW 07 Kelurahan Mijen Sebelum dan Sesudah Revitalisasi”. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kualitas air setelah revitalisasi sekaligus memberikan gambaran mengenai kondisi sumber air yang dimanfaatkan masyarakat.

Sendang Kemantren selama ini dimanfaatkan warga sebagai sumber air untuk menyiram tanaman kopi, meskipun belum digunakan untuk keperluan konsumsi atau air minum. Aktivitas di sekitar sumber air tetap berpotensi memengaruhi kualitas air apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik. Penumpukan sedimen dan sampah organik serta perubahan kadar nitrat menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pemantauan kualitas sumber air.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 52 Mijen melakukan pembersihan dan penataan lingkungan sekitar sendang yang dilanjutkan dengan pengujian kualitas air. Pengambilan sampel dilakukan pada dua kondisi, yaitu sebelum dan sesudah revitalisasi, untuk mengetahui perubahan sejumlah parameter kualitas air.

Pengujian dilakukan secara in situ dengan mengukur 13 parameter, meliputi suhu, warna, bau, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), total padatan terlarut (TDS), amonia, nitrat, nitrit, klorin, karbonat, dan hardness. Beberapa parameter kimia, seperti amonia, nitrat, nitrit, klorin, karbonat, dan hardness, diukur menggunakan test strip berbasis kolorimetri. Salinitas diukur menggunakan refraktometer, sedangkan warna dan bau dinilai berdasarkan pengamatan langsung.

Data hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan baku mutu air kelas III berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Acuan tersebut digunakan karena Sendang Kemantren dimanfaatkan sebagai sumber air untuk irigasi dan bukan sebagai sumber air minum.

Hasil pengukuran menunjukkan adanya perbaikan pada sejumlah parameter setelah revitalisasi. Warna air yang sebelumnya berada dalam kategori keruh berubah menjadi jernih hingga sedang. Kadar nitrat mengalami penurunan dari 10 mg/L menjadi 1 mg/L, sedangkan kadar klorin turun dari 1 mg/L menjadi 0,5 mg/L. Suhu air juga menurun dari 24,6°C menjadi 23,3°C setelah lingkungan sekitar sendang ditata kembali.

Sementara itu, beberapa parameter seperti pH, salinitas, TDS, amonia, dan nitrit tercatat relatif stabil sebelum dan sesudah revitalisasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan berarti pada parameter-parameter tersebut selama pengamatan.

Namun, tidak seluruh parameter menunjukkan perbaikan. Kadar oksigen terlarut (DO) menurun dari 2,1 mg/L menjadi 1,2 mg/L setelah revitalisasi dan berada di bawah baku mutu air kelas III. Penurunan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan material organik yang terangkat selama proses pembersihan sendang.

Sebagai bahan pembanding, tim juga melakukan pengukuran kualitas air di Sendang RW 06 dan RW 05. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Sendang Kemantren memiliki kadar TDS yang lebih rendah dibandingkan kedua sendang tersebut. Sementara itu, kadar nitrat di Sendang RW 05 tercatat lebih tinggi dibandingkan Sendang RW 07 dan RW 06. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap sumber air memiliki kondisi dan potensi tekanan lingkungan yang berbeda sehingga pemantauan perlu dilakukan secara spesifik berdasarkan lokasi.

Setelah penelitian dan penyusunan jurnal selesai, mahasiswa KKN-T IDBU 52 Mijen menyerahkan hasil kajian kualitas air kepada Lurah Mijen. Dokumen tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban kegiatan sekaligus bahan rekomendasi bagi pengelolaan Sendang Kemantren. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menjaga kondisi sumber air.

Penyerahan Jurnal Hasil Kualitas Air Sendang Kemantren kepada Ibu Lurah Mijen
Penyerahan Jurnal Hasil Kualitas Air Sendang Kemantren kepada Ibu Lurah Mijen — KKN-T IDBU 52 Mijen

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 52 Mijen berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian sumber mata air semakin meningkat dan pemantauan kualitas air dapat dilakukan secara berkala setelah masa KKN-T berakhir.

Ditulis oleh: Marisa Jala Kusumawati, mahasiswa Program Studi Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro.